Betaljemur Adammakna Halaman 16 - 19
📜 LAMPIRAN II: PÉTUNG SALAKI RABI & DINA ALA
(Ekstraksi dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna Halaman 16 - 19)
💍 BAB 1: PERHITUNGAN JODOH (SALAKI RABI)
NO. 21: Metode Makam Agung (Aksara Jawa)
Metode ini didasarkan pada huruf depan nama pengantin (Aksara Jawa).
Prinsip Perhitungan:
- Hanya mengambil huruf depan (aksara kawitan) dari nama panggilan.
- Aksara tersebut dicocokkan posisinya dalam diagram segiempat (Garis I, II, III, IV).
Hasil Perhitungan:
-
Baik (Apik): Jika aksara depan nama laki-laki dan perempuan berada pada satu garis yang sama.
- Makna: Tulus palakramane (pernikahannya tulus) dan saling mengasihi.
-
Buruk (Ala): Jika aksara depan keduanya berada di garis yang berbeda.
Hukum Kalah-Menang (Jika beda garis):
- Aksara di Garis I kalah dengan Garis IV.
- Aksara di Garis IV kalah dengan Garis III.
- Aksara di Garis III kalah dengan Garis II.
- Aksara di Garis II kalah dengan Garis I.
NO. 22: Metode Neptu Weton (Pembagian 7)
Menjumlahkan neptu weton kedua mempelai, lalu dibagi 10 atau 7.
Cara Hitung: Total Neptu dibagi 10. Jika sisanya lebih dari 7, maka bagilah dengan 7. Angka sisa (turahan) menunjukkan hasilnya.
| Sisa | Nama Watak | Arti & Prediksi | Syarat/Tolak Bala (Isarat) |
|---|---|---|---|
| 1 | Wasésasegara | Berwibawa, luas budinya, pemaaf, kaya pengaruh. | - |
| 2 | Tunggaksemi | Rejekinya mudah/lancar. | - |
| 3 | Satriya Wibawa | Mendapat kemuliaan dan keluhuran. | - |
| 4 | Sumursinaba | Menjadi tempat bertanya/sumber kepandaian. | - |
| 5 | Satriyawirang | Mendapat duka cita, menanggung malu. | Mengeluarkan darah (menyembelih ayam). |
| 6 | Bumikapetak | Hati gelap/susah, tapi rajin bekerja, kuat menderita. | Menanam/memendam tanah. |
| 7 | Lebu Katiup Angin | Hidup sengsara, cita-cita gagal, sering pindah rumah. | Menabur/mengabulkan debu tanah. |
NO. 23: Metode Neptu Weton (Pembagian 5)
Menjumlahkan neptu weton (hari + pasaran) kedua mempelai, lalu dibagi 5.
Hasil Sisa Perhitungan:
- Sisa 1: Sri (Baik).
- Sisa 2: Dana (Baik).
- Sisa 3: Lara (Sakit/Buruk).
- Sisa 4: Pati (Mati/Buruk).
- Sisa 5: Lungguh (Kedudukan/Baik).
Contoh Perhitungan: Laki-laki Ahad Wage (9) + Perempuan Selasa Legi (8) = 17. 17 dibagi 5 sisa 2 (Dana), artinya Baik.
NO. 24: Metode Perhitungan Lengkap (Pembagian 9)
Menjumlahkan semua komponen waktu kelahiran kedua mempelai: Neptu Hari + Pasaran + Neptu Bulan + Neptu Tahun + Tanggal
Cara Hitung: Total gabungan angka laki-laki dan perempuan dibagi 9.
Hasil Sisa Perhitungan:
- Sisa 1, 4, 7: Tiba Wali (Ala/Buruk).
- Sisa 2, 5, 8: Tiba Panghulu (Sedheng/Sedang).
- Sisa 3, 6, 9: Tiba Pangantèn (Becik/Baik).
NO. 25: Metode Perhitungan Lengkap (Pembagian 3)
Menggunakan cara penjumlahan yang sama persis dengan No. 24, namun totalnya dibagi 3.
Hasil Sisa Perhitungan:
- Sisa 1: Tiba Begja (Keberuntungan/Baik).
- Sisa 2: Tiba Lara (Sakit/Buruk).
- Sisa 3: Tiba Pati (Mati/Sangat Buruk).
⛔ BAB 2: HARI BURUK & PANTANGAN (DINA ALA)
NO. 26: Dina Ala (Hari Buruk Bulanan)
Hari pasaran yang dilarang untuk mantu (pernikahan) berdasarkan bulan Jawa.
| Bulan | Hari Pantangan |
|---|---|
| Jumadilakir, Rejeb, Ruwah | Jumat |
| Pasa, Sawal, Dulkangidah | Sabtu, Ahad |
| Besar, Sura, Sapar | Senin, Selasa |
| Mulud, Rabingulakir, Jumadilawal | Rabu, Kamis |
NO. 27: Dina Sangaring Sasi
Hari yang dianggap "Sangar" (berbahaya) untuk pernikahan.
| Bulan | Hari Sangar |
|---|---|
| Pasa, Sawal, Dulkangidah | Jumat |
| Besar, Sura, Sapar | Sabtu, Ahad |
| Mulud, Rabingulakir, Jumadilawal | Senin, Selasa |
| Jumadilakir, Rejeb, Ruwah | Rabu, Kamis |
NO. 28: Na'asing Para Nabi (Hari Kemalangan Nabi)
Tanggal-tanggal yang harus dihindari karena bertepatan dengan musibah para Nabi.
| Bulan | Tanggal | Peristiwa/Sabab |
|---|---|---|
| Sura | 13 | Nabi Ibrahim dibakar Raja Namrud |
| Mulud | 3 | Nabi Adam diturunkan ke dunia |
| Rabingulakir | 16 | Nabi Yusuf dimasukkan ke sumur |
| Jumadilawal | 5 | Nabi Nuh tenggelam (banjir besar) |
| Pasa | 12, 21 | Nabi Musa perang lawan Firaun |
| Dulkangidah | 24 | Nabi Yunus ditelan ikan paus |
| Besar | 25 | Nabi Muhammad masuk ke gua |
Catatan: Primbon menetapkan tanggal 12 dan 21 Pasa sebagai hari Na'as.
NO. 29: Na'asing Tanggal (Tanggal Sial)
Daftar tanggal spesifik setiap bulan yang tidak boleh dipakai untuk mantu.
| Bulan | Tanggal Na'as | Bulan | Tanggal Na'as |
|---|---|---|---|
| Sura | 6, 11 | Rejeb | 2, 14 |
| Sapar | 1, 20 | Ruwah | 12, 13 |
| Mulud | 10, 20 | Pasa | 2, 20 |
| Rabingulakir | 10, 20 | Sawal | 10, 20 |
| Jumadilawal | 1, 11 | Dulkangidah | 9, 13 |
| Jumadilakir | 10, 14 | Besar | 10, 12 |
CATATAN PENUTUP
Dokumen ini merupakan salinan dari halaman 16-19 Primbon Betaljemur Adammakna yang mencakup:
BAB 1: Perhitungan Jodoh (5 Metode)
- Metode Makam Agung (Aksara Jawa)
- Metode Neptu Weton dibagi 7
- Metode Neptu Weton dibagi 5
- Metode Perhitungan Lengkap dibagi 9
- Metode Perhitungan Lengkap dibagi 3
BAB 2: Hari Buruk & Pantangan (4 Jenis)
- Dina Ala (Hari buruk bulanan)
- Dina Sangaring Sasi (Hari sangar)
- Na'asing Para Nabi (Tanggal kemalangan nabi)
- Na'asing Tanggal (Tanggal sial per bulan)
Semua perhitungan dan pantangan di atas merupakan warisan budaya Jawa yang sebaiknya dipahami dengan bijaksana. Penggunaan primbon ini sebaiknya diseimbangkan dengan nilai-nilai agama dan keyakinan masing-masing, serta tetap mengutamakan ikhtiar dan doa dalam setiap keputusan penting.
Dokumen ini telah dikompilasi untuk keperluan studi dan pelestarian budaya Jawa.