LAMPIRAN VII: PERTANIAN, IKLIM & RAMALAN TAHUN

(Ekstraksi Halaman 217-222)


🌱 BAB 8: PRANATA MANGSA TANEM (PERTANIAN)

Pedoman bercocok tanam berdasarkan hari dan hitungan neptu

1️⃣ Nanandur Miturut Neptu (Menanam Berdasarkan Neptu) - No. 303

Cara Hitung:

  • Hitung jumlah Neptu Hari + Pasaran saat akan menanam
  • Bagi dengan 4
  • Lihat sisa pembagiannya

Interpretasi Hasil:

Sisa Bagian Tanaman Jenis Tanaman yang Cocok
1 Oyod (Akar) Tanaman merambat, umbi-umbian (ketela, ubi, garut, kentang)
2 Uwit (Batang) Tebu, bambu, kayu-kayuan, pohon besar
3 Godhong (Daun) Tembakau, sirih, bayam, kangkung, sayuran daun
0 (4) Uwoh (Buah) Palawija gantung, buah-buahan (mangga, jambu, pisang)

Contoh:

  • Rabu Kliwon = Neptu 15 (7+8)
  • 15 ÷ 4 = 3 sisa 3
  • Hasil: Tanam yang Godhong (Daun) → Cocok untuk tembakau, sayuran

2️⃣ Nanandur Miturut Dina (Menanam Berdasarkan Hari) - No. 304

Jenis tanaman yang cocok ditanam berdasarkan hari keberangkatan menanam:

Hari Bagian yang Diutamakan Contoh Tanaman
Ahad (Minggu) Uwit (Batang) Tebu, bambu, kayu-kayuan
Senin Godhong (Daun) Tembakau, sirih, sayuran daun
Selasa Godhong (Daun) Tembakau, sirih, sayuran daun
Rabu Kembang (Bunga) Melati, mawar, tanaman hias berbunga
Kamis Pentil (Buah Muda) Buah-buahan untuk rujak (mangga muda, jambu muda)
Jumat Uwoh (Buah) Pala gumantung, pala kesimpar (buah matang)
Sabtu Oyod (Akar) Garut, ketela, ubi, umbi-umbian

Catatan:

  • Kombinasikan dengan perhitungan Neptu untuk hasil optimal
  • Perhatikan juga musim dan kondisi tanah

3️⃣ Donga Tolak Bala Pertanian - No. 305

Fungsi: Agar sawah, tegalan, atau pekarangan dijauhkan dari hama menthek (wereng) dan tikus.

Cara Pelaksanaan:

  1. Baca doa sambil mengelilingi galengan (pematang sawah) atau pekarangan
  2. Lakukan dengan khusyuk dan niat yang tulus

Doa:

"Allahuma bikurmati Musa ngalaihi salam, wabirukurmati omi Musa ngalaihi salam Allah humindukulll fakrofi ngalajangil akdari walistidadibi idfaya barokatihumi Musa ngalaihi salamuwabisafangatirosulilahi salalahu ngalaihi wasalam."


🌧️ BAB 9: RAMALAN IKLIM & MUSIM (MANGSA)

Memprediksi curah hujan dan pembagian musim

1️⃣ Petungan Udan (Prediksi Hujan) - No. 306

Prediksi curah hujan setahun berdasarkan hari jatuhnya Tanggal 1 Sura (Tahun Baru Jawa).

Tanggal 1 Sura Jatuh Hari Nama Tahun Prediksi Cuaca & Pertanian
Ahad (Minggu) Dité Kenaba (Kelabang) Larang Udan (Kemarau). Daun-daun banyak gugur
Senin Soma Warjita (Cacing) Murah Udan (Hujan banyak). Tanaman banyak busuk/bacek
Selasa Anggara Rekata (Kepiting) Murah Udan. Tanaman tumbuh subur (tulus)
Rabu Buda Mahesaba (Kerbau) Hujan sedang (daweg). Tanaman tidak subur
Kamis Respati Mintuna (Mimi) Segala sesuatunya sedang (sarwa sedheng)
Jumat Sukra Mangkara (Udang) Murah Udan. Tanaman sedang
Sabtu Tumpak Menda (Kambing) Larang Udan. Tanaman tidak subur

Keterangan:

  • Larang Udan = Kemarau panjang, perlu irigasi
  • Murah Udan = Hujan melimpah, perlu drainase
  • Daweg = Sedang, seimbang

2️⃣ Pranata Mangsa (12 Musim Jawa) - No. 307

Pembagian 12 musim berdasarkan pergeseran matahari (pecak wawayanganing surya - perhitungan bayangan).

Mangsa Hari Dimulai Pecak Bayangan Candraning Mangsa (Sandi Musim)
Kasa (1) Selasa Legi 4 pecak (Siang) Sotya sinarawedi (Permata hati)
Karo (2) Senin Pahing 2 pecak (Siang) Rontoging tarulata (Daun berguguran)
Katelu (3) Rabu Kliwon 1 pecak (Siang) Wiji tuwuh sinipenan (Benih mulai tumbuh)
Kapat (4) Jumat Pon 0 (Lurus/Zenith) Lung lungan tumelung (Pucuk merunduk)
Kalima (5) Senin Pahing 1 pecak (Sore) Pancuran muncar (Hujan mulai deras)
Kanem (6) Jumat Pahing 2 pecak (Sore) Genthong pecah (Hujan lebat, buah melimpah)
Kapitu (7) Kamis Pon 4 pecak (Sore) Udan rasa mulya (Hujan berkah)
Kawolu (8) Rabu Wage 2 pecak (Sore) Sri rasa mulya (Kemakmuran)
Kasanga (9) Ahad Wage 1 pecak (Sore) Wedaring wacana (Bunyi-bunyian alam)
Kasepuluh (10) Rabu Pon 0 (Lurus/Zenith) Wijiling locana (Mata air muncul)
Dhesta (11) Jumat Legi 1 pecak (Siang) Sekar lesahing jagad (Bunga hiasan dunia)
Sada (12) Rabu Kliwon 2 pecak (Siang) Surya numpang harga (Matahari memuncak)

Keterangan:

  • Pecak Siang = Bayangan condong ke Selatan (matahari di Utara)
  • Pecak Sore = Bayangan condong ke Utara (matahari di Selatan)
  • Lurus (0) = Matahari tepat di atas kepala (zenith)
  • Setiap mangsa berlangsung sekitar 1 bulan

👑 BAB 10: RAMALAN TAHUN & WINDU (TAHUN SIRAH)

Watak tahun berdasarkan angka tahun dan siklus windu

1️⃣ Candraning Tahun Sirah - No. 308-309

Ramalan keadaan negara dan raja berdasarkan angka terakhir tahun Jawa.

Contoh: Tahun 1879 → Tahun Sirah 9

Angka Tahun Nama & Candra Watak / Ramalan Negara
1 Eka Bumi<br>(Kuda ngerap ing pandengan)<br>(Kuda makan di padang) Jika ada Ratu naik takhta, harus pindah keraton agar tulus dan sejahtera
2 Dwi Sawah<br>(Bremara angleng ing tawang)<br>(Lebah terbang di angkasa) Banyak orang besar bersedih. Mahal pangan, ada perang besar
3 Tri Gunung<br>(Lembu nusu pedhet)<br>(Sapi menyusui anak) Ratu sering berselisih dengan kerabat, banyak yang membelot
4 Catur Sagara<br>(Jong layar sumengkeng wukir)<br>(Perahu layar naik gunung) Ratu tidak selamat (ora yuwana) masa pemerintahannya
5 Panca Tawang<br>(Baita amot sagara)<br>(Perahu mengangkut lautan) Ada wabah penyakit (pagering) besar, mahal pangan
6 Sad Pangonan<br>(Cacing welud ngeleng ing wadhas)<br>(Cacing berada di batu) Negara makmur (harja kreta), murah sandang pangan, rakyat senang
7 Sapta Aprang<br>(Angangsu pikulan warih)<br>(Menimba dengan pikul air) Ratu tidak selamat, terjadi perang besar
8 Asta Kayangan<br>(Amek geni sangu damar)<br>(Mengambil api dengan lampu) Ratu selamat, tetapi terjadi perang besar (Bratayuda)
9 Nawa Dahana<br>(Jroning peteng ana padhang)<br>(Dalam gelap ada terang) Ratu tidak selamat, mahal pangan, perang besar
10/0 Dasa Raja<br>(Lumpuh ngideri jagad)<br>(Lumpuh mengelilingi dunia) Negara sangat makmur dan sejahtera luar biasa

Catatan:

  • Candra (kiasan) menggunakan perumpamaan filosofis
  • Tahun 6 dan 10 adalah tahun terbaik
  • Tahun 4, 7, 9 adalah tahun berbahaya

2️⃣ Ramalan Windu - No. 310 & 312

A. Watak Berdasarkan Urutan Windu (No. 310)

Siklus 10 tahun (Windu = 1-10):

Sirah Nama Windu Lambang (Rupa) Watak / Kejadian
1 Angkara Walang Genjor (Belalang) Rakyat kecil banyak susah
2 Manila Lutung Banyak orang seberang ke Jawa dan sebaliknya
3 Sengara Raksasa bertalai Perang Raksasa dan Kera
4 Murka Anjing Hutan (Wabru) Raja galak dan sedikit adilnya
5 Mangkara Naga bersayap Banyak orang lupa saudara
6 Manggada Macan bersayap Murah sandang pangan, saling mengasihi
7 Kawanda Kera berbadan ikan (Grameh) Orang dagang tidak laku
8 Tirta Ikan bersungu (bertanduk) Ada Satria naik takhta, banyak cari senjata
9 Seta Katak bertaji Banyak orang mengadu domba
10 Baya Buaya Tatanan perintah Raja berubah

B. Watak Windu Papat (4 Windu Utama) - No. 312

Berganti setiap Tahun Alip (4 tahun sekali):

Nama Windu Lokasi/Arah Watak / Kejadian
Adi Kidul Wetan<br>(Tenggara) Ratu panjang umur. Manusia banyak berani pada orang tua/Gustinya
Kuntara Kidul Kulon<br>(Barat Daya) Ratu panjang umur. Pertengahan windu rakyat berani pada Gusti, perang besar
Sangara Lor Wetan<br>(Timur Laut) Ratu panjang umur. Mahal pangan, musuh menyerang dari Timur Laut
Sancaya Lor Kulon<br>(Barat Laut) Ratu tidak panjang umur, negara mengalami kerusakan

Catatan:

  • Windu Adi paling baik
  • Windu Sancaya paling buruk
  • Setiap windu berlangsung 32 tahun (4 x 8 tahun)

🌋 BAB 11: TELAYANÉ BUMI (BENCANA ALAM)

Peringatan dini bencana berdasarkan kombinasi Tahun Sirah dan Pasaran Sura - No. 311

Tahun Sirah Pasaran 1 Sura Lambang Burung Bentuk Bencana (Telayanè)
1 (Eka) Pon Merak Banyak gempa bumi (Lindhu)
6 (Sad) Pon Branjangan Hewan ternak (Sapi/Kerbau) banyak mati
2 (Dwi) Wage Gagak Sawah gagal panen (ora kameton)
7 (Sapta) Wage Ulung Perang besar, pejabat (Mantri/Bupati) celaka
3 (Tri) Kliwon Manyar Gunung banyak longsor
8 (Asta) Kliwon Kulika Brenggi Makhluk halus (Jin/Peri) pindah karena habitat rusak
4 (Catur) Legi Beri Laut bergejolak (umob), ikan mati, petir
9 (Nawa) Legi Cabak Pohon-pohon rusak tumbang oleh angin
5 (Panca) Pahing Bidho Gerhana bulan, wabah penyakit, burung dewata mati
10 (Windu) Pahing Kokokbeluk Ratu pindah keraton, Pendeta pindah padepokan

Cara Penggunaan:

  1. Lihat angka Tahun Sirah (angka terakhir tahun Jawa)
  2. Lihat Pasaran tanggal 1 Sura tahun tersebut
  3. Cocokkan dengan tabel untuk mengetahui bencana yang mungkin terjadi

Contoh:

  • Tahun 1875, tanggal 1 Sura jatuh pada Pon
  • Tahun Sirah = 5 (Panca)
  • Namun Pasaran tidak cocok (Panca + Pon ≠ dalam tabel)
  • Yang perlu diwaspadai: Tahun 1 + Pon = Gempa

🐟 BAB 12: DINA TIBANING TANGGAL (SURA)

Ramalan kejadian setahun berdasarkan Neptu Tanggal 1 Sura - No. 313

Catatan: Jika Neptu 7, 8, 9 = Tidak ada kejadian apa-apa (Netral)

Neptu Lambang (Kumara) Watak / Kejadian
11 Keluyu (Lipan) Ada perang besar, negara kuat, rejeki seret (margane pepet)
12 Mina Bluthak Banyak orang ingat Tuhan, barang murah, tapi hewan banyak mati
13 Mina Layur Banyak orang mengembara/berhenti kerja, mahal pangan, pencurian meningkat
14 Mina Olor Segala usaha rahayu (sukses), banyak orang dapat anugerah
15 Mina Wrangas Banyak perselisihan (rebut bener), fitnah, dan tipu daya
16 Mina Lodan Banyak ulama berlayar, berebut harta, cita-cita gagal
17 Mina Tangkur Banyak penyakit (panas, pilek, batuk), kesusahan
18 Mina Cingcinggoling Banyak kematian mendadak tanpa sakit, pendeta prihatin
>18 Mina Cucut Panas terik, jika punya hajat sering pisah kawan, penemuan emas

Cara Hitung:

  • Hitung Neptu Hari + Pasaran tanggal 1 Sura
  • Cocokkan dengan tabel di atas

Contoh:

  • Tanggal 1 Sura jatuh pada Jumat Legi
  • Neptu = 6 + 5 = 11
  • Hasil: Keluyu → Perang besar, rejeki seret

👶 BAB 13: KADADÉYANING MANUNGSA & BAYI

1️⃣ Watak Berdasarkan Asal Kejadian - No. 314

Manusia dipercaya berasal dari bagian tubuh tertentu berdasarkan Pasaran kelahiran.

Pasaran Asal Wiji (Bagian Tubuh) Kasta Simbolis Watak & Kecocokan Pekerjaan
Legi Pupu Kiwa<br>(Paha Kiri) Priyayi Keras budi, kencang, bersih. Cocok mengabdi pada negara (PNS, tentara)
Pahing Pupu Tengen<br>(Paha Kanan) Sudagar Keras, panasbaran (pemarah), sentosa, tegaan. Cocok berdagang di darat/laut
Pon Pelandhungan<br>(Kandung Kemih) Narakarti Pamer, pandai bicara, bisa mengarang bahasa. Jika dagang disegani orang
Wage Lambung<br>(Perut) Tani Sabar, sareh (tenang), tawakal. Cocok bertani, bisa tulus (sukses)
Kliwon Githok<br>(Tengkuk) Ratu Tinggi hati (angkuh), mampu melaksanakan segala tugas (sembada)

Catatan:

  • Ini adalah simbolisme filosofis, bukan penentuan nasib mutlak
  • Watak bisa dibentuk dengan pendidikan dan lingkungan

2️⃣ Pikanonan Bayi Lahir (Tebakan Jenis Kelamin) - No. 315

Rumus untuk menebak bayi dalam kandungan laki-laki atau perempuan.

Rumus: (Neptu Aksara Nama Penanya + Neptu Hari & Pasaran saat bertanya) ÷ 3

Nilai Aksara (Huruf Jawa):

  • Ha, Na, Ca, Ra, Ka = 1, 2, 3, 4, 5
  • Da, Ta, Sa, Wa, La = 6, 7, 8, 9, 10
  • dst. (20 aksara Jawa)

Interpretasi Hasil:

Sisa Jenis Kelamin
1 Laki-laki
2 Perempuan
0 (3) Wallahualam (Rahasia Tuhan, tidak tentu)

Contoh:

  • Nama penanya: "Siti" (S=8, i=10, t=7, i=10) = 35
  • Hari bertanya: Rabu Pon = 7+7 = 14
  • Total = 35 + 14 = 49
  • 49 ÷ 3 = 16 sisa 1
  • Hasil: Laki-laki

Catatan: Ini tradisi kuno, akurasi tidak terjamin. Gunakan USG untuk kepastian medis.


Diekstraksi dan disusun ulang dengan tetap mempertahankan keaslian isi kitab