LAMPIRAN IV: PETUNGAN MALING, BARANG ILANG & KEWAN

(Ekstraksi Halaman 212-216)


🕵️ BAB 12: DETEKSI NAMA PENCURI & METODE KOIN

Cara mengetahui inisial nama pencuri dan metode ramalan menggunakan uang logam

1️⃣ Inisial Nama Pencuri (Sèh Sitijenar) - No. 295

Ramalan ini menebak huruf Arab yang terdapat dalam nama pencuri berdasarkan Hari kejadian pencurian.

Hari Kejadian Huruf dalam Nama Pencuri Arah Barang Dibawa
Ahad (Minggu) Kaf (ق) Ke Utara (tempat ramai)
Senin Kaf (ق) Ke Selatan
Selasa Sin (س) Ke Selatan
Rabu Ra (ر) Ke Timur
Kamis Ga (ت) Ke Utara
Jumat Jim (ج) Ke Barat
Sabtu Sin (س) Ke Utara atau Timur

Cara Penggunaan:

  • Lihat hari kejadian pencurian
  • Cari huruf Arab yang sesuai
  • Nama pencuri kemungkinan mengandung huruf tersebut
  • Arah menunjukkan kemana barang dibawa

2️⃣ Metode Sakabat Rasul (Sunan Kalijaga) - No. 296

Menggunakan media 40 keping uang logam (sejenis/sama) dan diagram lima sahabat Rasul.

Cara Pelaksanaan:

  1. Tumpuk 40 keping uang logam

  2. Bacakan doa:

    "Latudrikuhul absaru, wahuwa kawahuwa yudrikuhul absaru, wahuwa latiful kabir"

    (Dibaca 3 kali)

  3. Ambil segenggam uang sekenanya (tidak dihitung)

  4. Jatuhkan pada diagram angka 1-5 secara berurutan sampai habis

  5. Lihat di angka/nama siapa koin terakhir jatuh

Diagram Lima Sahabat:

1. Muhammad
2. Abubakar
3. Ngumar
4. Ngusman
5. Ngali

Interpretasi Hasil:

Jatuh Pada (Akhir) Arti Ramalan Syarat Selamatan
1. Muhammad Barang bisa ketemu Sega gurih (wuduk), lauk bebas
2. Abubakar Barang tidak ketemu -
3. Ngumar Barang bisa ketemu tapi agak lama Sega kuning (punar), lauk bebas
4. Ngusman Barang segera ketemu Sega golong, pecel ayam
5. Ngali Barang bisa ketemu Tumpeng, lauk seadanya

🌪️ BAB 13: RAMALAN BARANG HILANG (ELEMEN & NABI)

Menggunakan Neptu (Nilai Hari + Pasaran) untuk melihat ciri pencuri

1️⃣ Berdasarkan Elemen Alam - No. 297

Cara Hitung:

  1. Jumlahkan Neptu Hari + Pasaran
  2. Hitung urutan: Angin → Lintang → Banyu → Srengéngé → Geni → Sasi → Bumi
  3. Lihat jatuh pada elemen apa
Jatuh Pada Ciri Pencuri Lokasi & Arah
1. Angin Anak kumed daging (pelit/kurus), tidak punya rumah tetap Arah Timur Laut
2. Lintang Anak sakit-sakitan, badan kecil, rambut merah/jagung Arah Tenggara, dekat api
3. Banyu Ada tompel/tanda lahir, suara renyah Arah Tenggara, dekat sungai
4. Srengéngé Orang tua Arah Barat (belum jauh), barang di rumah
5. Geni Orang dari Barat Laut Arah Utara, disimpan dalam rumah
6. Sasi Janda atau Perawan tua (wulanjar), kulit kuning Arah Timur, orang pelit
7. Bumi Masih saudara sendiri Barang hilang musnah (tidak ketemu)

2️⃣ Berdasarkan Sa'at Nabi - No. 298

⚠️ PENTING: Neptu khusus untuk metode ini berbeda dengan neptu biasa.

Nilai Dina (Hari) Khusus:

  • Akad (Ahad) = 5
  • Senen (Senin) = 6
  • Selasa = 7
  • Rebo (Rabu) = 1
  • Kemis (Kamis) = 2
  • Jumuah (Jumat) = 3
  • Setu (Sabtu) = 4

Nilai Pasaran Khusus:

  • Legi = 3
  • Paing = 4
  • Pon = 5
  • Wage = 1
  • Kliwon = 2

Rumus: (Neptu Dina Khusus + Neptu Pasaran Khusus) ÷ 5

Lihat sisa pembagiannya:

Sisa Jatuh Pada Ciri Pencuri Hasil Ramalan
1 Akhmad Pencuri dibantu orang dalam Barang bisa ketemu
2 Ngijrail Berbadan besar, hitam, wajah jelek Barang sulit/tidak ketemu
3 Yusup Pencuri dibantu wanita cantik Barang susah payah baru ketemu
4 Brahim Tinggi sedang, kulit langsep, suara keras Barang tidak ketemu
5 Jabarail Jelek & kasar Barang di belakang rumah (pinggir kali/bawah pohon). Ketemu tapi jadi perkara besar

⏱️ BAB 14: WAKTU & ARAH PENCARIAN

1️⃣ Tabel Waktu & Tanggal (Sa'at Nabi) - No. 299

Metode ini melihat Tanggal Hilang (Jawa) dan Jam Kejadian untuk menentukan nasib barang.

Cara Penggunaan:

  1. Tentukan tanggal Jawa saat barang hilang (1-30)
  2. Tentukan jam kejadian
  3. Lihat pertemuan keduanya di tabel untuk menemukan nama Nabi
  4. Cocokkan dengan interpretasi di bawah

Tabel Matriks Tanggal & Jam:

⚠️ Penting: Kolom tanggal menggunakan pola siklus/deret, bukan rentang berurutan!

Jam Kejadian Tgl: 1, 6, 11, 16, 21, 26 Tgl: 2, 7, 12, 17, 22, 27 Tgl: 3, 8, 13, 18, 23, 28 Tgl: 4, 9, 14, 19, 24, 29 Tgl: 5, 10, 15, 20, 25, 30
Jam 12, 1, 2, 3 Akhmad (Tutur) Jabarail (Rijeki) Brahim (Slamet) Yusup (Pancekwesi) Ngijrail (Slamet)
Jam 4, 5, 6 Jabarail (Palangan) Brahim (Slamet) Yusup (Rijeki) Ngijrail (Slamet) Akhmad (Rijeki)
Jam 7, 8, 9 Brahim (Slamet) Yusup (Rijeki) Ngijrail (Palangan) Akhmad (Tutur) Jabarail (Rijeki)
Jam 10, 11 Yusup (Pancekwesi) Ngijrail (Slamet) Akhmad (Rijeki) Jabarail (Palangan) Brahim (Slamet)
Jam 13, 14, 15 Ngijrail (Palangan) Akhmad (Tutur) Jabarail (Rijeki) Brahim (Slamet) Yusup (Rijeki)
Jam 16, 17, 18 Akhmad (Rijeki) Jabarail (Palangan) Brahim (Slamet) Yusup (Pancekwesi) Ngijrail (Slamet)
Jam 19, 20, 21 Jabarail (Rijeki) Brahim (Slamet) Yusup (Rijeki) Ngijrail (Palangan) Akhmad (Tutur)
Jam 22, 23 Brahim (Slamet) Yusup (Pancekwesi) Ngijrail (Slamet) Akhmad (Rijeki) Jabarail (Palangan)

Interpretasi Nama Nabi & Sifat:

  • Akhmad (Tutur): Barang bisa ketemu
  • Akhmad (Rijeki): Barang bisa ketemu, membawa rezeki
  • Jabarail (Rijeki): Barang ketemu, membawa rezeki tapi jadi pembicaraan ramai
  • Jabarail (Palangan): Barang ketemu tapi jadi perkara/masalah besar
  • Brahim (Slamet): Barang tidak ketemu tapi selamat (tidak rugi besar)
  • Yusup (Rijeki): Ada titik terang, susah payah ketemu
  • Yusup (Pancekwesi): Ada petunjuk jelas
  • Ngijrail (Slamet): Bisa ketemu tapi sulit, akhirnya selamat
  • Ngijrail (Palangan): Barang tidak ketemu sama sekali

Cara Membaca Tabel:

  1. Tentukan tanggal Jawa saat barang hilang
  2. Cari tanggal tersebut di kolom (ingat: menggunakan pola deret, bukan rentang!)
    • Contoh: Tanggal 15 masuk kolom ke-5 (5, 10, 15, 20, 25, 30)
    • Contoh: Tanggal 8 masuk kolom ke-3 (3, 8, 13, 18, 23, 28)
  3. Tentukan jam kejadian
  4. Lihat pertemuan kolom tanggal dengan baris jam
  5. Cocokkan dengan interpretasi di atas

Contoh Benar:

  • Barang hilang tanggal 10 Jawa pada jam 15:00
  • Tanggal 10 masuk kolom ke-5 (5, 10, 15, 20, 25, 30)
  • Jam 15 masuk baris Jam 13, 14, 15
  • Pertemuan: Yusup (Rijeki)
  • Artinya: Ada titik terang, susah payah baru ketemu

2️⃣ Arah Mencari Pencuri - No. 300

Berdasarkan jumlah Neptu (Dina + Pasaran umum):

Jumlah Neptu Arah Pencarian
7, 10, 11, 15 Ke Utara (Ngalor)
8, 13, 18 Ke Timur (Ngetan)
9, 14 Ke Selatan (Ngidul)
12, 16, 17 Ke Barat (Ngulon)

Catatan: Angka 10 dan 15 telah dimasukkan sesuai sumber asli PDF.


3️⃣ Waktu Keberangkatan (Saat Mencari)

Jika hendak mencari barang/maling, berangkatlah pada waktu terbaik ini:

Hari Berangkat Waktu Terbaik (Pangkate)
Ahad Waktu Asar
Senin Tengangé (Jam 12 siang)
Selasa Pagi hari (Esuk)
Rabu Matahari terbit (Pletheking surya)
Kamis Lingsir Wetan (Jam 11 siang)
Jumat Lingsir Kulon (Jam 5 sore)
Sabtu Matahari terbenam (Surup)

💡 Teknik Napas (Pangkat Napas):

Saat melangkah keluar pintu, perhatikan lubang hidung mana yang napasnya lebih kuat:

  • Jika hidung KANAN lebih kuat → Langkah kaki KANAN dulu
  • Jika hidung KIRI lebih kuat → Langkah kaki KIRI dulu

Ini dipercaya membawa keberuntungan dalam pencarian.


🦌 BAB 15: PERIHAL HEWAN (BERBURU & TERNAK)

1️⃣ Arah Berburu Hewan Hutan - No. 301

Agar mendapat buruan yang baik, pergilah ke arah ini berdasarkan jumlah Neptu hari keberangkatan:

Neptu Arah Berburu
7 Hutan sisi Timur, Selatan, atau Barat
8 Hutan sisi Timur atau Barat
9 Hutan sisi Selatan atau Barat
10 Hutan sisi Timur atau Barat
11 Hutan sisi Timur, naik gunung
12 Hutan sisi Timur
13 Hutan sisi Selatan atau Barat
14 Naik gunung
15 Utara, naik gunung
16 Hutan sisi Timur
17 Naik gunung
18 Utara atau Selatan, naik gunung

Catatan:

  • "Naik gunung" berarti berburu di daerah pegunungan/dataran tinggi
  • Ikuti arah yang sesuai untuk mendapat hasil maksimal

2️⃣ Membeli Hewan Ternak - No. 302

Saat memasukkan hewan yang baru dibeli ke kandang untuk pertama kali, hitung Neptu hari & pasaran dengan urutan:

Urutan: Suku → Watu → Gajah → Buta → Ratu

Interpretasi:

Jatuh Pada Status Artinya
Suku ❌ Buruk (Ala) Hewan tidak akan berkembang baik
Watu ❌ Buruk (Ala) Hewan tidak akan berkembang baik
Gajah ❌ Buruk (Ala) Hewan tidak akan berkembang baik
Buta ✅ Baik (Becik) Hewan akan berkembang baik
Ratu ✅ Baik (Becik) Hewan akan berkembang baik

Tips:

  • Jika perhitungan jatuh pada Suku, Watu, atau Gajah, sebaiknya tunda memasukkan hewan ke kandang
  • Tunggu hari yang lebih baik (jatuh pada Buta atau Ratu)
  • Atau lakukan ritual selamatan untuk menolak bala

📊 CONTOH PRAKTIS PENGGUNAAN

Kasus 1: Mencari Barang Hilang Lengkap

Situasi: Barang hilang pada Kamis Kliwon, tanggal 15 Jawa, jam 16:00

Langkah 1: Hitung Neptu

  • Kamis = 8
  • Kliwon = 8
  • Total = 16

Langkah 2: Cek Waktu & Tanggal (No. 299)

  • Tanggal 15 → masuk kelompok 13-18
  • Jam 16:00 → masuk kelompok Jam 15-16
  • Pertemuan di tabel: Jabarail
  • Artinya: Barang ketemu tapi jadi pembicaraan ramai (geger)

Langkap 3: Cek Arah Pencarian (No. 300)

  • Neptu 16 → Arah Barat (Ngulon)

Langkah 4: Metode Elemen (No. 297)

  • Hitung urutan: Angin-Lintang-Banyu-Srengéngé-Geni-Sasi-Bumi (kelipatan 7)
  • 16 ÷ 7 = 2 sisa 2
  • Jatuh pada urutan ke-2 = Lintang
  • Ciri: Anak sakit-sakitan, badan kecil, rambut merah/jagung
  • Lokasi: Arah Tenggara, dekat api

Langkah 5: Waktu Berangkat Mencari

  • Hari terbaik mencari: Kamis jam 11 siang (Lingsir Wetan)

Kesimpulan: Barang kemungkinan bisa ditemukan di arah Barat, dicuri oleh anak muda yang sakit-sakitan. Namun pencarian akan menjadi pembicaraan ramai/viral.


Kasus 2: Barang Hilang Malam Hari

Situasi: Uang hilang pada Selasa Pon, tanggal 8 Jawa, jam 22:00

Langkah 1: Hitung Neptu

  • Selasa = 3
  • Pon = 7
  • Total = 10

Langkah 2: Cek Waktu & Tanggal (No. 299)

  • Tanggal 8 → masuk kelompok 7-12
  • Jam 22:00 → masuk kelompok Jam 21-22
  • Pertemuan: Ngijrail (Rejeki)
  • Artinya: Bisa ketemu tapi sulit

Langkah 3: Cek Arah (No. 300)

  • Neptu 10 → Arah Utara (Ngalor)

Kesimpulan: Uang masih bisa ditemukan tapi akan sulit. Cari ke arah Utara.


Kasus 3: Berburu Hari Senin Wage

Hitung Neptu:

  • Senin = 4
  • Wage = 4
  • Total = 8

Arah Berburu (No. 301):

  • Neptu 8 → Hutan sisi Timur atau Barat

Waktu Berangkat:

  • Hari Senin → Jam 12 siang (Tengangé)

Kasus 4: Membeli Ayam pada Selasa Legi

Hitung Neptu:

  • Selasa = 3
  • Legi = 5
  • Total = 8

Urutan: Suku-Watu-Gajah-Buta-Ratu (kelipatan 5)

  • 8 ÷ 5 = 1 sisa 3
  • Jatuh pada urutan ke-3 = Gajah

Hasil:Buruk (Ala) - Sebaiknya tunda memasukkan ke kandang

Solusi:

  • Tunggu hari lain yang jatuh pada Buta atau Ratu
  • Atau lakukan selamatan kecil untuk menolak bala

⚠️ CATATAN PENTING

Tentang Perhitungan Neptu:

  1. Neptu Standar (untuk sebagian besar perhitungan):

    • Hari: Ahad (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9)
    • Pasaran: Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8)
  2. Neptu Khusus (hanya untuk Sa'at Nabi No. 298):

    • Hari: Ahad (5), Senin (6), Selasa (7), Rabu (1), Kamis (2), Jumat (3), Sabtu (4)
    • Pasaran: Legi (3), Pahing (4), Pon (5), Wage (1), Kliwon (2)

Etika Penggunaan:

  • Jangan menyalahgunakan untuk menuduh orang tanpa bukti
  • Gunakan sebagai petunjuk awal, bukan keputusan final
  • Tetap lakukan investigasi logis dan hukum yang berlaku
  • Selamatan/sesaji adalah bentuk sedekah, bukan untuk makhluk halus
  • Semua usaha harus disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT

Tentang Hewan:

  • Perhitungan ternak adalah tradisi turun-temurun
  • Tetap perhatikan kesehatan hewan secara medis
  • Konsultasikan dengan dokter hewan untuk masalah kesehatan
  • Jangan hanya bergantung pada perhitungan primbon

📚 PENUTUP

Dokumen ini merupakan ekstraksi murni dari Primbon Betaljemur Adammakna halaman 212-216, tanpa tambahan interpretasi modern.

Primbon adalah warisan budaya Jawa yang mengandung kearifan lokal dalam membaca tanda-tanda alam dan kehidupan. Namun, penggunaannya harus:

  • Bijaksana - tidak untuk menyakiti atau menuduh sembarangan
  • Seimbang - dikombinasikan dengan logika dan hukum modern
  • Tawakal - disertai doa dan berserah diri kepada Allah SWT

Disclaimer: Primbon adalah tradisi dan kepercayaan turun-temurun. Hasil perhitungan adalah petunjuk, bukan jaminan mutlak. Gunakan dengan kebijaksanaan dan tetap dalam koridor keimanan.


Diekstraksi dan disusun ulang dengan tetap mempertahankan keaslian isi kitab