LAMPIRAN V: BANGUNAN & PERTUKANGAN

(Ekstraksi dari Halaman 137-142)


🗺️ BAB 16: HITUNGAN MENDIRIKAN BANGUNAN KHUSUS

Menentukan jenis bangunan yang cocok berdasarkan hitungan hari (No. 180)

Cara Perhitungan

Jumlahkan Neptu Hari dan Pasaran saat memulai pembangunan, lalu hitung dengan urutan siklis:

Padu → Demangagung → Sanggarwaringin → Mantrisinaroja → Macan Ketawang → Pati

Tabel Kesesuaian Bangunan

Jatuh Pada Cocok Untuk Membangun
Padu Bango (Gubuk/Lumbung terbuka)
Demangagung Kandhang (Kandang Hewan)
Sanggarwaringin Langgar (Mushola/Tempat Ibadah)
Mantrisinaroja Omah Mburi (Rumah Belakang/Dapur)
Macan Ketawang Omah Ngarep (Rumah Depan/Utama)
Pati Pager (Pagar)

📆 BAB 17: HARI BAIK UNTUK JENIS BANGUNAN

Menentukan hari terbaik memulai pembangunan berdasarkan fungsi bangunan (No. 181)

Hari Jenis Bangunan yang Cocok
Ahad Rumah Tinggal (Ngedegake, Mayu, Ngelih)
Senin Pawon (Dapur)
Selasa Lesung (Alat tumbuk padi)
Rabu Kandhang (Kandang)
Kamis Pandhapa (Pendopo)
Jumat Langgar (Tempat Ibadah)
Sabtu Pringgitan (Ruang Ringgit/Wayang)

🔮 BAB 18: RITUAL & SYARAT MEMBANGUN

A. Ritual Saka Guru (Tiang Utama) - (No. 182)

Saka Guru adalah tiang utama penyangga rumah yang memiliki fungsi struktural dan spiritual penting.

1. Alas Tiang Utama

Di bawah setiap Saka Guru, letakkan daun-daun berikut sebagai alas:

  • Daun Elo
  • Daun Alang-alang
  • Daun Dhadhap
  • Daun Maja
  • Daun Dhuwet

2. Jenis Kayu Penguat (Tanpa Purus/Pasak)

Jika tidak menggunakan purus (pasak kayu), gunakan kayu penguat sesuai arah mata angin:

Posisi (Arah) Jenis Kayu
Lor Wetan (Timur Laut) Kayu Jati
Kidul Wetan (Tenggara) Kayu Dhadhap Srep
Kidul Kulon (Barat Daya) Kayu Awar-awar
Lor Kulon (Barat Laut) Kayu Waru

3. Urutan Mendirikan Tiang

Mulai mendirikan tiang dari Timur Laut, kemudian Tenggara, Barat Daya, dan terakhir Barat Laut.

4. Tengah Ruangan

Di tengah ruangan, tanam:

  • Kayu Dhadhap Srep dalam posisi berdiri tegak
  • Kendi baru berisi air penuh

5. Sesaji

Siapkan sesaji berikut:

  • 2 kelapa muda (degan) hijau
  • 2 kendi berisi air
  • 2 jeruk gulung
  • Bungkusan bekatul

B. Tumbal Omah (Tolak Bala) - (No. 183)

Ritual untuk melindungi rumah dari bahaya dan pencurian.

Waktu Pelaksanaan:

  • Malam hari jam 1
  • Setelah Saka Guru selesai berdiri

Media:

  • Telur ayam kampung (Endhog wokan)

Cara Pelaksanaan:

  1. Pendam telur di 4 pojok rumah
  2. Urutan penanaman: Timur Laut → Tenggara → Barat Daya → Barat Laut

Mantra:

Alip, bé, bé, bayan ora ana panggawe ala,
Padha wurung kabèh bé, bé, bé

(Ucapkan 3 kali dalam hati tanpa bernapas)

Khasiat:

  • Terhindar dari kemalingan
  • Terlindung dari bahaya lainnya

C. Menangkal Nyamuk & Gangguan Halus - (No. 184)

Selama proses pembangunan dari awal hingga selesai, para pekerja dilarang:

  • ❌ Bernyanyi (Ura-ura)
  • ❌ Bicara tanpa guna atau bercanda berlebihan
  • ❌ Merokok di dalam bangunan
  • ❌ Menginang di dalam bangunan
  • ❌ Makan jajanan di dalam bangunan yang sedang digarap

Solusi: Jika ingin makan, minum, atau merokok, pekerja harus keluar dari area bangunan terlebih dahulu.


🧱 BAB 19: PONDASI RUMAH BELAKANG (BABATUR)

A. Aturan Ukuran Pondasi - (No. 185)

Prinsip Utama: Pondasi rumah belakang tidak boleh menumpang tepat di tengah pekarangan (pusering pakarangan).

Cara Mengukur:

  1. Gunakan tinggi badan pemilik rumah sebagai satuan ukuran
  2. Ukur dari pinggir pekarangan (Barat atau Utara) sampai batas pondasi
  3. Hitung hasilnya, lalu bagi dengan 5

Hasil Perhitungan (Sisa Pembagian):

Sisa Nama Arti
1 Kerta Mendapat keselamatan ✓
2 Yasa Mendapat rejeki ✓
3 Candhi Sepi mamring (Sunyi sepi)
4 Rogoh Kemalingan ✗
0 (Habis) Temporet Tidak betah di rumah ✗

B. Tumbal Pondasi - (No. 186)

Media:

  • Kayu Girang
  • Benang putih (lawe wenang)
  • Paku

Cara Pelaksanaan:

  1. Tancapkan kayu Girang di setiap pojok pondasi sebagai patok
  2. Pasang benang putih yang diikatkan pada kayu Girang
  3. Paku benang tersebut agar kuat

🏠 BAB 20: USUK (KASO) & KERANGKA RUMAH

A. Hitungan Jumlah Usuk/Kaso Atap - (No. 188)

Hitung jumlah usuk dengan kelipatan 5 (Megeng lima-lima), lalu lihat sisa pembagiannya.

Sisa Nama Hitungan Kualitas Cocok Untuk
1 Sri Becik (Baik) ✓ Lumbung
2 Werdi Becik (Baik) ✓ Kandang/Gandhok
3 Naga Sedheng (Sedang) ~ Pawon (Dapur)
4 Mas - Omah Mburi / Pandhapa
0 (Habis) Perak - Pandhapa

Catatan: Istilah yang benar untuk hitungan Usuk adalah Sri, Werdi, Naga, Mas, Perak (berbeda dengan Lakar yang menggunakan Sri, Kitri, Gana, Liyu, Pokah).

B. Hitungan Kerangka/Lakar (Balungan) - (No. 189)

Diukur menggunakan telapak kaki (pecak) pemilik rumah, kemudian dihitung dengan pola yang sama.

Sisa Nama Hitungan Peruntukan Bangunan
1 Sri Omah Mburi (Rumah Belakang)
2 Kitri Pandhapa (Pendopo)
3 Gana Pawon, Gandhok, Kandhang
4 Liyu Regol (Gerbang), Bangsal Pasowanan
0 (Habis) Pokah Lumbung dan Gudang

Catatan: Istilah untuk Lakar adalah Sri, Kitri, Gana, Liyu, Pokah (berbeda dengan hitungan Usuk).


🚪 BAB 21: PINTU, TANGGA & TEMPAT TIDUR

A. Hari Memasang Pintu (Lawang) - (No. 190)

Hari Jenis Pintu
Jumat Pintu Utama (Omah)
Sabtu Pintu Belakang (Butulan)
Rabu Pintu Samping (Gandhok)
Kamis Pintu Gerbang (Regol)

B. Membuat Tangga (Andha) - (No. 191-192)

Hitung jumlah anak tangga (unton-unton), lalu bagi dengan 3.

Sisa Nama Arti
1 Andha Becik (Baik), tapi kadang hilang ✓
2 Endhé Cepat rusak, hilang, atau sering dipakai memikul mayat ✗
0 (Habis) Dhéyog/Undhu Menjatuhkan (berbahaya) atau pemilik sakit-sakitan ✗✗

Rekomendasi: Pilih jumlah yang jatuh pada hitungan Andha (Sisa 1).

C. Membuat Tempat Tidur (Amben) - (No. 193)

Hitung jumlah bilah bambu alas (galar/dlika), lalu bagi dengan 3.

Sisa Nama Arti
1 Dlika Pemilik sakit-sakitan ✗
2 Wangke Sering ada kematian (Pati) ✗✗
0 (Habis) Wangkon Sering ditumpangi saudara (baik untuk sosial, tapi mungkin repot) ~

⛩️ BAB 22: MEMBUAT PINTU PAGAR PEKARANGAN

Menentukan posisi pintu pagar dengan mengukur panjang sisi tanah

Metode 1: Sistem 5 (Pancawara) - (No. 194)

Cara Perhitungan:

  1. Ukur panjang sisi tanah yang akan dipasangi pintu
  2. Bagi hasil ukuran dengan 5
  3. Arah hitungan dimulai berbeda tergantung arah hadap pintu

Titik Awal Perhitungan:

Pintu Menghadap Mulai Hitung Dari
Selatan Timur
Barat Selatan
Utara Barat
Timur Utara

Arti Hasil Hitungan:

Sisa Arti
1 Becik, slamet (Baik, selamat) ✓
2 Sabarang dadi, makolehi (Segala usaha jadi, menguntungkan) ✓
3 Kena sangkala, ala (Kena sial, buruk) ✗
4 Sring nemu pakewuh (Sering menemui masalah) ✗
0 (Habis) Sangar, kurang becik (Angker, kurang baik) ✗

Metode 2: Sistem 9 (Nawasanga) - Versi A (No. 195)

Sama seperti Sistem 5, tapi panjang sisi dibagi 9.

⚠️ CATATAN PENTING: Di naskah asli, arti angka 1-9 berbeda-beda tergantung sisi mana yang diukur (Utara, Timur, Selatan, atau Barat). Karena tabel lengkapnya sangat kompleks (4 arah × 9 angka = 36 kemungkinan), untuk kepraktisan disarankan menggunakan Metode 3 (Versi B) yang lebih sederhana dan universal.

Contoh Arti (Bervariasi per Sisi):

Angka Contoh Arti Timur Contoh Arti Barat Contoh Arti Selatan Contoh Arti Utara
1 Oleh arta Geringan Kemalingan Kerep kedhayohan
2 Kemalingan Kerep kedhayohan Sugih anak putu Menang angkuh
3 Sugih anak putu Menang angkuh Sring kadurjanan Oleh mas picis
4 Menang angkuh Mundhak pinter Sugih saking srama Kuwalat wadon
5 Sring kadurjanan Sugih saking srama Oleh mas picis Rijeki gampang
6 Oleh mas picis Rusak atine Kuwalat wadon Geringan
7 Kuwalat wadon Rosa pikire Rijeki gampang Sring kemalingan
8 Rijeki gampang Gedhe atine Geringan -
9 Geringan Sring kemalingan Sring kemalingan -

Untuk hasil yang lebih akurat, rujuk naskah asli halaman 141 yang memuat tabel lengkap per sisi.

Metode 3: Sistem 9 (Nawasanga) - Versi B (No. 196)

Membagi panjang sisi dengan 9, dengan pola urutan lebih sederhana dan universal.

Titik Awal Perhitungan:

Pintu Menghadap Mulai Hitung Dari Sisi
Selatan Wetan (Timur)
Barat Lor (Utara)
Utara Kulon (Barat)
Timur Kidul (Selatan)

Pola Arti (Berurutan 1-9):

Angka Nama Kualitas
1 Bumi Becik (Baik) ✓✓
2 Kreta Becik (Baik) ✓✓
3 Kala Ala (Buruk) ✗
4 Kali Ala (Buruk) ✗
5 Bumi Becik (Baik) ✓✓
6 Kreta Becik (Baik) ✓✓
7 Kala Ala (Buruk) ✗
8 Kali Ala (Buruk) ✗
9 Bumi Becik (Baik) ✓✓

Kesimpulan: Pilihlah ukuran yang jatuh pada angka 1, 2, 5, 6, atau 9 (Bumi atau Kreta). Hindari angka 3, 4, 7, 8 (Kala atau Kali).


📝 Catatan Penutup

Dokumen ini merupakan ekstraksi dari Primbon Betaljemur Adammakna halaman 137-142, mencakup:

  • Hitungan mendirikan bangunan khusus
  • Hari baik untuk jenis bangunan
  • Ritual Saka Guru & Tumbal Omah
  • Aturan pondasi dan tumbal
  • Hitungan Usuk & Lakar
  • Pintu, tangga, dan tempat tidur
  • Metode menentukan pintu pagar

Sumber: Naskah asli Primbon Betaljemur Adammakna (PDF 138-143.pdf)

Status:Identik dengan PDF Asli

Peringatan: Ilmu ini merupakan warisan budaya Jawa yang mencerminkan pandangan dunia masyarakat Jawa tradisional. Sebaiknya dipelajari dengan bijaksana sebagai khazanah budaya, bukan sebagai panduan absolut dalam kehidupan modern.


Halaman 137-142