📜 LAMPIRAN IV: RITUAL MANTU, KEHAMILAN, & KELAHIRAN

(Ekstraksi Lengkap dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No. 45 - 60)


🥣 BAB 9: SARAT & SAJÈN MANTU

Persiapan sesaji sebelum pelaksanaan pernikahan.

1. Sajen Patanèn (Kobongan) & Padaringan

Diletakkan di kamar tengah (senthong tengah) dan tempat beras.

Makanan Utama:

  • Tumpeng robyong
  • Tumpeng gundhul
  • Jenang abang putih
  • Baro-baro

Jajan Pasar:

  • Pisang raja/pulut
  • Jambu
  • Bengkoang
  • Ubi-ubian
  • Srabi
  • Jadah jenang
  • Tape

Isi Tampah:

  • Beras setakir
  • Telur ayam mentah
  • Uang
  • Gula jawa
  • Kelapa
  • Bumbu dapur (kemiri, kluwak, dsb)
  • Cermin
  • Sisir
  • Minyak
  • Seekor ayam hidup

Perlengkapan Lainnya:

  • Tikar baru (klasa anyar)
  • Kendi
  • Lampu
  • Kepala kerbau (bisa diganti daging/jeroan kerbau sedikit sebagai syarat)
  • Kalak (sate daging tanpa bumbu)

2. Pendheman & Buwangan (Tolak Bala)

A. Pendheman (Ditanam)

Isi Empluk:

  • Ikan asin
  • Kedelai
  • Kacang hijau
  • Bumbu
  • Telur
  • Sirih
  • Minyak
  • Air

Lokasi Penanaman:

  • Di depan kobongan
  • Pintu utama
  • Dapur
  • Perempatan jalan

B. Buwangan (Dibuang)

Isi: Sama dengan pendheman ditambah jenang dan kembang boreh.

Lokasi Penyebaran:

  • Pojok rumah
  • Sumur
  • Kamar mandi
  • Tempat sampah
  • Sungai

💍 BAB 10: PROSESI PERNIKAHAN (RITUAL ADAT)

1. Sasrahan (Lamaran)

Dilakukan 1-3 hari sebelum akad nikah.

Urutan Wujud Sasrahan Keterangan
Utama Kebo Sarakit (Sepasang) Dikalungi cindhé, tanduk diberi perak/kapur
Unggas Banyak (Angsa) & Ayam Sepasang jantan-betina, digendong selendang
Tanaman Bibit & Tebu Bibit lombok, terong, tebu arjuna sepasang
Jolèn 1 Makanan Pokok Beras dan kelapa (hingga 25 butir)
Jolèn 2 Perabot Dapur Dandang, kendil, ceret tembaga, siwur
Jolèn 3 Perabot Rumah Gawangan batik, wajan, lawon, dakon
Jolèn 4 Jamu & Uang Jamu galian & uang 25 rupiah abang
Jolèn 5 Makanan Matang Nasi, lauk pauk, dan jajanan

2. Siraman & Midodareni

A. Siraman

Bahan:

  • Air bunga setaman (7 rupa)
  • Lulur mancawarna

Prosesi:

  • Dimandikan dengan air bunga
  • Diakhiri dengan memecah kendi sambil berkata "Wis pecah pamoré"

B. Midodareni (Malam sebelum akad)

Kedatangan Pengantin Pria ("Nyantri"):

  • Memakai busana kasatriyan (Sorjan/Takwa)
  • Tanpa perhiasan emas

Suguhan Midodareni:

  • Pukul 03.00 pagi: Nasi janganan (sayur) dan telur rebus (meniru kisah Jaka Tarub)
  • Dilanjutkan: Nasi wuduk ayam utuh (ingkung)

3. Sanggan (Tebusan)

Saat pengantin pria akan "Temu", harus membawa Sanggan yang diserahkan ke ibu pengantin wanita:

Isi Sanggan:

  • Pisang raja setangkep (pilih yang bagus)
  • Suruh ayu
  • Kembang telon
  • Benang lawe
  • Minyak
  • Sisir
  • Cermin
  • Uang tebusan

4. Ijab (Akad Nikah)

Pakaian:

  • Kuluk
  • Kampuh/bebedan

Larangan:

  • Tidak boleh memakai perhiasan emas
  • Tidak boleh batik motif hewan (burung/kupu)
  • Keris belum boleh dikerik

Posisi:

  • Pengantin di tengah menghadap Penghulu

Mahar Adat:

  • Uang perak (slaka) seberat satu tail atau uang 2 ringgit

👑 BAB 11: PAÈS & TEMU MANTEN

1. Tata Rias (Paès)

A. Pengantin Pria

Busana:

  • Kampuh rendha
  • Celana cindé
  • Kuluk biru
  • Sumping
  • Kalung
  • Keris

B. Pengantin Wanita

Wajah:

  • Paès hitam (pidih)
  • Alis menjangan
  • Laler mencok (tahi lalat buatan) di tengah dahi

Rambut:

  • Gelung bokor dengan bunga melati roncen

Perhiasan:

  • Cundhuk mentul (jumlah 5 atau 7)
  • Sisir
  • Centhung

2. Upacara Panggih (Temu Manten)

Urutan standar untuk Jaka & Perawan (Tigas):

Urutan Prosesi Keterangan
1 Balangan Gantal Saling melempar lintingan sirih
2 Wijikan (Ranupada) Istri membasuh kaki suami dengan air bunga setaman, suami memecah telur
3 Ke Pelaminan Berjalan bergandengan menuju kobongan (pelaminan)
4 Dhahar Walimah Suami menyuapi istri nasi kepal kuning (sega punar) dengan lauk ati (pindhang antep)
5 Kacar-Kucur Suami menuangkan uang receh, beras, biji-bijian ke pangkuan istri (lambang nafkah)
6 Sungkeman Berbakti kepada kedua orang tua

3. Variasi Temu Manten

A. Sepupu (Nunggal Buyut)

  • Pengantin pria mencangkul tumpeng
  • Menginjak pipisan (batu gilingan jamu)

B. Anak Sulung (Mbarep)

  • Ditambah ritual minum Rujak Degan

C. Anak Bungsu (Tumplak Punjen)

  • Sebaran uang dan jamu dari wadah ponjen untuk diperebutkan saudara

D. Jaka/Perawan dengan Janda/Duda

  • Menyiram tumpeng di depan pintu (tanpa memecah telur)

🕯️ BAB 11 (Tambahan): SLAMETAN SEPASARAN & SELAPAN

Ritual syukur setelah terselenggaranya upacara pernikahan (No. 54).

1. Slametan Sepasaran (5 Hari)

Dilaksanakan setelah lima hari (sepasar) pernikahan berlangsung.

Menu Sajian:

  • Nasi Tumpeng: Dilengkapi dengan sayuran (janganan)
  • Jenang: Jenang merah putih dan jenang baro-baro
  • Nasi Punar: Nasi kuning dengan lauk pauk lengkap
  • Nasi Golong: Sebanyak 9 pasang (jodho)
  • Jajan Pasar: Berbagai macam penganan tradisional

2. Slametan Selapanan (35 Hari)

Dilaksanakan setelah 35 hari pernikahan (satu siklus kalender Jawa).

Menu Sajian:

  • Nasi Gurih: Nasi yang dimasak dengan santan
  • Lauk Pauk: Ingkung ayam (ayam utuh) dan lalapan lengkap

Tujuan:

  • Sebagai ungkapan syukur dan doa agar rumah tangga pengantin tetap rukun dan diberkahi

🤰 BAB 12: RITUAL KEHAMILAN (SLAMETAN WONG METENG)

Daftar selamatan berdasarkan usia kandungan.

Usia Kandungan Sajian Utama Keterangan
1 Bulan Jenang Abor-abor Bubur sumsum gurih dengan kuah gula merah
2-3 Bulan Sega Janganan & Jenang Nasi sayur jumlah ganjil, jenang abang putih, baro-baro, jajan pasar
4 Bulan Sega Punar & Kupat Nasi kuning lauk kerbau, kupat sinta/jago/luwar
5 Bulan Uler-uleran Adonan tepung bentuk ulat, ketan pancawarna. Menggunakan takir ponthang (janur kuning)
6 Bulan Apem Kocor Apem dengan kuah santan gula
7 Bulan TINGKEBAN Ritual mandi besar & ganti busana 7 kali (Lihat detail di bawah)
8 Bulan Bulus Angrem Klepon ditutup serabi terbalik (seperti kura-kura)
9 Bulan Jenang Procot Jenang tepung beras diisi pisang utuh
Hamil Tua Dhawet Plencing Dijual dengan uang genteng, pembeli (anak kecil) harus lari setelah minum

Ritual Tingkeban (Mitoni)

Waktu:

  • Hari Rabu/Sabtu
  • Tanggal ganjil sebelum tanggal 15

A. Siraman

Bahan:

  • Air bunga menggunakan siwur yang masih ada kelapanya (tidak dicukil)

B. Brojolan (Luncuran)

Urutan:

  1. Memasukkan Tropong (alat tenun) melalui kain sarung

    • Sambil berkata: "Lanang wadon arep" (Laki/Perempuan siap)
  2. Memasukkan Cengkir Gading (Kelapa muda bergambar wayang Kamajaya/Ratih)

C. Pantes-pantesan (Ganti Kain 7 Kali)

Kain Ke- Respon Keterangan
1-6 "Durung patut" Belum pantas
7 "Wis patut" Sudah pantas (Motif Truntum & Kemben Dringin)

👶 BAB 13: KELAHIRAN BAYI

1. Pal Bayi Lahir (Prediksi Waktu)

Tabel prediksi jam kelahiran berdasarkan hari.

Hari Jam Lahir (Siang/Malam)
Ahad Jam 1, 6, 7, 11, 5
Senin Jam 8, 10, 1, 3, 5
Selasa Jam 7, 10, 12, 2, 5, 4
Rabu/Kamis Jam 8, 11, 1, 3, 4
Jumat Jam 8, 10, 12, 3, 4
Sabtu Jam 7, 9, 12, 2, 4

2. Perawatan Bayi Baru Lahir

A. Adzan

Prosedur:

  • Bayi diazani di telinga kanan
  • Di-iqomahkan di telinga kiri
  • Segera setelah lahir

Tujuan:

  • Menolak gangguan iblis Omisijan

B. Potong Usus (Tali Pusar)

Alat:

  • Welat (sembilu bambu wulung)
  • Beralas kunyit

Prosedur:

  • Darah dari potongan tali pusar dioleskan ke bibir bayi agar merah

C. Mendhem Ari-ari (Mengubur Plasenta)

Wadah:

  • Kendhil baru dengan alas daun senthe

Isi Kendhil:

  • Kembang boreh
  • Minyak wangi
  • Kunyit
  • Welat bekas potong
  • Garam
  • Jarum
  • Benang
  • Ikan asin
  • Sirih
  • Kemiri
  • Tulisan abjad/Arab
  • Uang

Lokasi Penguburan:

  • Di depan/pojok rumah
  • Diberi pagar bambu
  • Diberi lampu penerang

3. Doa & Mantra Kehamilan dan Kelahiran

A. Doa Menentukan Jenis Kelamin Anak

Menurut Desi Siti Fatimeh, jika ingin memiliki anak tertentu, baca doa berikut:

Doa:

Ungiduhu bilwakidi samadiminsari kullidikasad...

Catatan: Doa ini dibaca dengan keyakinan penuh dan disesuaikan dengan tradisi spiritual masing-masing.

B. Doa Mempercepat Kelahiran

Jika proses melahirkan terlambat atau sulit, gunakan doa berikut:

Doa:

Mani luwih retna mulya, kama putih retna gumilang...

Penggunaan:

  • Dibaca oleh orang yang membantu persalinan
  • Atau dibaca oleh ibu hamil sendiri jika memungkinkan
  • Disertai doa kepada Allah SWT untuk kelancaran persalinan

CATATAN PENUTUP

Dokumen ini merupakan salinan lengkap dari Primbon Betaljemur Adammakna No. 45-60 yang mencakup:

  • Persiapan sesaji dan tolak bala untuk pernikahan
  • Prosesi ritual pernikahan lengkap (Sasrahan, Siraman, Midodareni, Ijab)
  • Tata rias dan upacara Panggih dengan variasinya
  • Ritual kehamilan dari bulan 1-9 termasuk Tingkeban
  • Perawatan bayi baru lahir dan penguburan ari-ari

Semua metode perhitungan dan aturan di atas merupakan warisan budaya Jawa yang sebaiknya dipahami dengan bijaksana dan tetap mengutamakan nilai-nilai agama serta keyakinan masing-masing.

Dokumen ini telah dikompilasi lengkap untuk keperluan studi dan pelestarian budaya.