Betaljemur Adammakna Halaman 30 - 40
📜 LAMPIRAN IV: RITUAL MANTU, KEHAMILAN, & KELAHIRAN
(Ekstraksi Lengkap dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No. 45 - 60)
🥣 BAB 9: SARAT & SAJÈN MANTU
Persiapan sesaji sebelum pelaksanaan pernikahan.
1. Sajen Patanèn (Kobongan) & Padaringan
Diletakkan di kamar tengah (senthong tengah) dan tempat beras.
Makanan Utama:
- Tumpeng robyong
- Tumpeng gundhul
- Jenang abang putih
- Baro-baro
Jajan Pasar:
- Pisang raja/pulut
- Jambu
- Bengkoang
- Ubi-ubian
- Srabi
- Jadah jenang
- Tape
Isi Tampah:
- Beras setakir
- Telur ayam mentah
- Uang
- Gula jawa
- Kelapa
- Bumbu dapur (kemiri, kluwak, dsb)
- Cermin
- Sisir
- Minyak
- Seekor ayam hidup
Perlengkapan Lainnya:
- Tikar baru (klasa anyar)
- Kendi
- Lampu
- Kepala kerbau (bisa diganti daging/jeroan kerbau sedikit sebagai syarat)
- Kalak (sate daging tanpa bumbu)
2. Pendheman & Buwangan (Tolak Bala)
A. Pendheman (Ditanam)
Isi Empluk:
- Ikan asin
- Kedelai
- Kacang hijau
- Bumbu
- Telur
- Sirih
- Minyak
- Air
Lokasi Penanaman:
- Di depan kobongan
- Pintu utama
- Dapur
- Perempatan jalan
B. Buwangan (Dibuang)
Isi: Sama dengan pendheman ditambah jenang dan kembang boreh.
Lokasi Penyebaran:
- Pojok rumah
- Sumur
- Kamar mandi
- Tempat sampah
- Sungai
💍 BAB 10: PROSESI PERNIKAHAN (RITUAL ADAT)
1. Sasrahan (Lamaran)
Dilakukan 1-3 hari sebelum akad nikah.
| Urutan | Wujud Sasrahan | Keterangan |
|---|---|---|
| Utama | Kebo Sarakit (Sepasang) | Dikalungi cindhé, tanduk diberi perak/kapur |
| Unggas | Banyak (Angsa) & Ayam | Sepasang jantan-betina, digendong selendang |
| Tanaman | Bibit & Tebu | Bibit lombok, terong, tebu arjuna sepasang |
| Jolèn 1 | Makanan Pokok | Beras dan kelapa (hingga 25 butir) |
| Jolèn 2 | Perabot Dapur | Dandang, kendil, ceret tembaga, siwur |
| Jolèn 3 | Perabot Rumah | Gawangan batik, wajan, lawon, dakon |
| Jolèn 4 | Jamu & Uang | Jamu galian & uang 25 rupiah abang |
| Jolèn 5 | Makanan Matang | Nasi, lauk pauk, dan jajanan |
2. Siraman & Midodareni
A. Siraman
Bahan:
- Air bunga setaman (7 rupa)
- Lulur mancawarna
Prosesi:
- Dimandikan dengan air bunga
- Diakhiri dengan memecah kendi sambil berkata "Wis pecah pamoré"
B. Midodareni (Malam sebelum akad)
Kedatangan Pengantin Pria ("Nyantri"):
- Memakai busana kasatriyan (Sorjan/Takwa)
- Tanpa perhiasan emas
Suguhan Midodareni:
- Pukul 03.00 pagi: Nasi janganan (sayur) dan telur rebus (meniru kisah Jaka Tarub)
- Dilanjutkan: Nasi wuduk ayam utuh (ingkung)
3. Sanggan (Tebusan)
Saat pengantin pria akan "Temu", harus membawa Sanggan yang diserahkan ke ibu pengantin wanita:
Isi Sanggan:
- Pisang raja setangkep (pilih yang bagus)
- Suruh ayu
- Kembang telon
- Benang lawe
- Minyak
- Sisir
- Cermin
- Uang tebusan
4. Ijab (Akad Nikah)
Pakaian:
- Kuluk
- Kampuh/bebedan
Larangan:
- Tidak boleh memakai perhiasan emas
- Tidak boleh batik motif hewan (burung/kupu)
- Keris belum boleh dikerik
Posisi:
- Pengantin di tengah menghadap Penghulu
Mahar Adat:
- Uang perak (slaka) seberat satu tail atau uang 2 ringgit
👑 BAB 11: PAÈS & TEMU MANTEN
1. Tata Rias (Paès)
A. Pengantin Pria
Busana:
- Kampuh rendha
- Celana cindé
- Kuluk biru
- Sumping
- Kalung
- Keris
B. Pengantin Wanita
Wajah:
- Paès hitam (pidih)
- Alis menjangan
- Laler mencok (tahi lalat buatan) di tengah dahi
Rambut:
- Gelung bokor dengan bunga melati roncen
Perhiasan:
- Cundhuk mentul (jumlah 5 atau 7)
- Sisir
- Centhung
2. Upacara Panggih (Temu Manten)
Urutan standar untuk Jaka & Perawan (Tigas):
| Urutan | Prosesi | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Balangan Gantal | Saling melempar lintingan sirih |
| 2 | Wijikan (Ranupada) | Istri membasuh kaki suami dengan air bunga setaman, suami memecah telur |
| 3 | Ke Pelaminan | Berjalan bergandengan menuju kobongan (pelaminan) |
| 4 | Dhahar Walimah | Suami menyuapi istri nasi kepal kuning (sega punar) dengan lauk ati (pindhang antep) |
| 5 | Kacar-Kucur | Suami menuangkan uang receh, beras, biji-bijian ke pangkuan istri (lambang nafkah) |
| 6 | Sungkeman | Berbakti kepada kedua orang tua |
3. Variasi Temu Manten
A. Sepupu (Nunggal Buyut)
- Pengantin pria mencangkul tumpeng
- Menginjak pipisan (batu gilingan jamu)
B. Anak Sulung (Mbarep)
- Ditambah ritual minum Rujak Degan
C. Anak Bungsu (Tumplak Punjen)
- Sebaran uang dan jamu dari wadah ponjen untuk diperebutkan saudara
D. Jaka/Perawan dengan Janda/Duda
- Menyiram tumpeng di depan pintu (tanpa memecah telur)
🕯️ BAB 11 (Tambahan): SLAMETAN SEPASARAN & SELAPAN
Ritual syukur setelah terselenggaranya upacara pernikahan (No. 54).
1. Slametan Sepasaran (5 Hari)
Dilaksanakan setelah lima hari (sepasar) pernikahan berlangsung.
Menu Sajian:
- Nasi Tumpeng: Dilengkapi dengan sayuran (janganan)
- Jenang: Jenang merah putih dan jenang baro-baro
- Nasi Punar: Nasi kuning dengan lauk pauk lengkap
- Nasi Golong: Sebanyak 9 pasang (jodho)
- Jajan Pasar: Berbagai macam penganan tradisional
2. Slametan Selapanan (35 Hari)
Dilaksanakan setelah 35 hari pernikahan (satu siklus kalender Jawa).
Menu Sajian:
- Nasi Gurih: Nasi yang dimasak dengan santan
- Lauk Pauk: Ingkung ayam (ayam utuh) dan lalapan lengkap
Tujuan:
- Sebagai ungkapan syukur dan doa agar rumah tangga pengantin tetap rukun dan diberkahi
🤰 BAB 12: RITUAL KEHAMILAN (SLAMETAN WONG METENG)
Daftar selamatan berdasarkan usia kandungan.
| Usia Kandungan | Sajian Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 Bulan | Jenang Abor-abor | Bubur sumsum gurih dengan kuah gula merah |
| 2-3 Bulan | Sega Janganan & Jenang | Nasi sayur jumlah ganjil, jenang abang putih, baro-baro, jajan pasar |
| 4 Bulan | Sega Punar & Kupat | Nasi kuning lauk kerbau, kupat sinta/jago/luwar |
| 5 Bulan | Uler-uleran | Adonan tepung bentuk ulat, ketan pancawarna. Menggunakan takir ponthang (janur kuning) |
| 6 Bulan | Apem Kocor | Apem dengan kuah santan gula |
| 7 Bulan | TINGKEBAN | Ritual mandi besar & ganti busana 7 kali (Lihat detail di bawah) |
| 8 Bulan | Bulus Angrem | Klepon ditutup serabi terbalik (seperti kura-kura) |
| 9 Bulan | Jenang Procot | Jenang tepung beras diisi pisang utuh |
| Hamil Tua | Dhawet Plencing | Dijual dengan uang genteng, pembeli (anak kecil) harus lari setelah minum |
Ritual Tingkeban (Mitoni)
Waktu:
- Hari Rabu/Sabtu
- Tanggal ganjil sebelum tanggal 15
A. Siraman
Bahan:
- Air bunga menggunakan siwur yang masih ada kelapanya (tidak dicukil)
B. Brojolan (Luncuran)
Urutan:
-
Memasukkan Tropong (alat tenun) melalui kain sarung
- Sambil berkata: "Lanang wadon arep" (Laki/Perempuan siap)
-
Memasukkan Cengkir Gading (Kelapa muda bergambar wayang Kamajaya/Ratih)
C. Pantes-pantesan (Ganti Kain 7 Kali)
| Kain Ke- | Respon | Keterangan |
|---|---|---|
| 1-6 | "Durung patut" | Belum pantas |
| 7 | "Wis patut" | Sudah pantas (Motif Truntum & Kemben Dringin) |
👶 BAB 13: KELAHIRAN BAYI
1. Pal Bayi Lahir (Prediksi Waktu)
Tabel prediksi jam kelahiran berdasarkan hari.
| Hari | Jam Lahir (Siang/Malam) |
|---|---|
| Ahad | Jam 1, 6, 7, 11, 5 |
| Senin | Jam 8, 10, 1, 3, 5 |
| Selasa | Jam 7, 10, 12, 2, 5, 4 |
| Rabu/Kamis | Jam 8, 11, 1, 3, 4 |
| Jumat | Jam 8, 10, 12, 3, 4 |
| Sabtu | Jam 7, 9, 12, 2, 4 |
2. Perawatan Bayi Baru Lahir
A. Adzan
Prosedur:
- Bayi diazani di telinga kanan
- Di-iqomahkan di telinga kiri
- Segera setelah lahir
Tujuan:
- Menolak gangguan iblis Omisijan
B. Potong Usus (Tali Pusar)
Alat:
- Welat (sembilu bambu wulung)
- Beralas kunyit
Prosedur:
- Darah dari potongan tali pusar dioleskan ke bibir bayi agar merah
C. Mendhem Ari-ari (Mengubur Plasenta)
Wadah:
- Kendhil baru dengan alas daun senthe
Isi Kendhil:
- Kembang boreh
- Minyak wangi
- Kunyit
- Welat bekas potong
- Garam
- Jarum
- Benang
- Ikan asin
- Sirih
- Kemiri
- Tulisan abjad/Arab
- Uang
Lokasi Penguburan:
- Di depan/pojok rumah
- Diberi pagar bambu
- Diberi lampu penerang
3. Doa & Mantra Kehamilan dan Kelahiran
A. Doa Menentukan Jenis Kelamin Anak
Menurut Desi Siti Fatimeh, jika ingin memiliki anak tertentu, baca doa berikut:
Doa:
Ungiduhu bilwakidi samadiminsari kullidikasad...
Catatan: Doa ini dibaca dengan keyakinan penuh dan disesuaikan dengan tradisi spiritual masing-masing.
B. Doa Mempercepat Kelahiran
Jika proses melahirkan terlambat atau sulit, gunakan doa berikut:
Doa:
Mani luwih retna mulya, kama putih retna gumilang...
Penggunaan:
- Dibaca oleh orang yang membantu persalinan
- Atau dibaca oleh ibu hamil sendiri jika memungkinkan
- Disertai doa kepada Allah SWT untuk kelancaran persalinan
CATATAN PENUTUP
Dokumen ini merupakan salinan lengkap dari Primbon Betaljemur Adammakna No. 45-60 yang mencakup:
- Persiapan sesaji dan tolak bala untuk pernikahan
- Prosesi ritual pernikahan lengkap (Sasrahan, Siraman, Midodareni, Ijab)
- Tata rias dan upacara Panggih dengan variasinya
- Ritual kehamilan dari bulan 1-9 termasuk Tingkeban
- Perawatan bayi baru lahir dan penguburan ari-ari
Semua metode perhitungan dan aturan di atas merupakan warisan budaya Jawa yang sebaiknya dipahami dengan bijaksana dan tetap mengutamakan nilai-nilai agama serta keyakinan masing-masing.
Dokumen ini telah dikompilasi lengkap untuk keperluan studi dan pelestarian budaya.