LAMPIRAN VI: KATURANGGAN PERKUTUT

(Ekstraksi Halaman 184-186)


🕊️ BAB 8: KATURANGGANING MANUK PERKUTUT

Memilih perkutut berdasarkan ciri fisik, warna, dan perilaku

✅ A. Manuk Perkutut kang Becik Katuranggane (Ciri Baik)

Berikut adalah jenis perkutut yang membawa keberuntungan bagi pemiliknya:

1. Srimangempel

  • Ciri: Kuku jari dan jempol kaki berwarna putih
  • Manfaat: Cocok dipelihara petani, keinginan pemilik akan tercapai

2. Wisnuwicitra

  • Ciri: Paruh dan kaki berwarna kehitaman
  • Manfaat: Pemilik akan rahayu (selamat) dan terhindar dari rencana jahat

3. Wisnumangenu

  • Ciri: Seluruh badan berwarna kehitaman
  • Manfaat: Peliharaan priyayi, pemilik akan banyak rejekinya

4. Kusumawicitra

  • Ciri: Paruh dan kaki berwarna putih
  • Manfaat: Pemilik akan banyak rejeki dan cita-citanya terlaksana

5. Pandhawa Mijil

  • Ciri: Bulu ekor berjumlah 15 helai
  • Manfaat: Pemilik akan disegani dan berwibawa

6. Purnama Sidi

  • Ciri: Mata merah bersinar dan berkaca-kaca seperti batu mirah
  • Manfaat: Pemilik akan tampak wingit (angker/berwibawa) dan dikasihi banyak orang

7. Mercujiwa

  • Ciri: Mata kuning tajam bersinar
  • Manfaat: Pemilik akan disukai orang, mendatangkan rejeki dan keselamatan
  • Catatan Khusus: Jika kuning matanya tembus sampai ke belakang (brotol), itu adalah peliharaan Ratu, segala kebaikan menjadi satu

8. Mustikaning Manuk

  • Ciri: Seluruh tubuh berwarna putih
  • Manfaat: Ini adalah peliharaan Raja/Ratu

9. Minebgedhong

  • Ciri: Berbunyi pada sore hari
  • Manfaat: Memberikan kekayaan duniawi bagi pemiliknya

10. Gedhong Menga

  • Ciri: Berbunyi pada pagi hari berbarengan dengan terbitnya matahari
  • Manfaat: Pemilik rahayu, selamat, dan pandai menyimpan uang/harta

11. Wisnumurti

  • Ciri: Mata, paruh, dan kaki berwarna hitam
  • Manfaat: Ini peliharaan Ratu, bisa digunakan untuk tumbal

12. Udanmas

  • Ciri: Bulu semu kuning dan berkalung (di leher)
  • Manfaat: Pemilik banyak rejeki dan keberuntungannya sempurna

13. Widahsanagastagasti

  • Ciri: Suaranya sungsung (bertingkat/bergema)
  • Manfaat: Sangat baik, pemilik akan tercapai keinginannya, sanggup melakukan apa saja, dan dikasihi orang

14. Muncis

  • Ciri: (Tidak disebutkan spesifik, umum untuk peliharaan Bupati)
  • Manfaat: Pemilik ayem (tenang), terlindungi, selamat, dan disegani orang

15. Ngelik-elik

  • Ciri: Berbunyi ngelik (melengking/tinggi) dan rupa fisiknya bagus
  • Manfaat: Pemilik rahayu, jika dipakai memikat burung lain akan mudah dapat

16. Murub (Berapi)

  • Ciri: Terlihat menyala seperti api, kicauannya baik
  • Manfaat: Pemilik akan kaya, cita-cita tercapai, dan selamat

17. Nusuh ing Lemah

  • Ciri: Bersarang di tanah
  • Manfaat: Kotorannya jika dibakar abunya jadi obat segala penyakit, air sisa mandinya (lindi) untuk mandi

❌ B. Manuk Perkutut kang Ala Katuranggane (Ciri Buruk)

Hindari memelihara perkutut dengan ciri-ciri berikut:

1. Bramasulur

  • Ciri: Bulu berwarna kemerahan
  • Dampak: Pemilik akan sering sakit

2. Bramalabuhgeni

  • Ciri: Bulu napas (kemerahan tak beraturan)
  • Dampak: Pemilik akan panas hati, boros, dan suka bertengkar (nyenyengit)

3. Bramakala

  • Ciri: Kuku sepuluh jarinya berwarna putih semua
  • Dampak: Jauh rejekinya dan pemilik sering kesusahan

4. Bramakokap

  • Ciri: Wajah berwarna putih tembus sampai ke paruh
  • Dampak: Burung ini ingin melihat darah pemiliknya (membahayakan)

5. Durgangerik

  • Ciri: Berbunyi siang dan malam (tanpa henti)
  • Dampak: Jauh rejekinya, sering bertengkar dengan anak istri, dan sering mengalami kematian (keluarga)

6. Durganguwuh

  • Ciri: Berbunyi tepat tengah malam
  • Dampak: Rejeki berkurang, suami istri bergantian sakit, hidup kacau

7. Sengkalapipit

  • Ciri: Langit-langit mulut berwarna putih
  • Dampak: Pemilik pikirannya mudah bercabang (benceng) dan sering bertengkar

8. Sanggabuwana

  • Ciri: Ada sehelai bulu putih di punggung
  • Dampak: Jauh rejeki, pemilik sering susah hati, mudah tersinggung, dan salah paham

9. Lemburuwan

  • Ciri: Bulunya brumbun (campur aduk/bercak)
  • Dampak: Pemilik akan sering sakit

10. Cendhalasabda

  • Ciri: Pundak berwarna putih
  • Dampak: Pemilik bicaranya akan buruk/kasar
  • Catatan: Tapi jika untuk memikat burung lain, sering dapat

11. Wisnutinundhung

  • Ciri: Suara/gema berwarna kehitaman (kiasan untuk suara yang gelap/berat tak menyenangkan)
  • Dampak: Apa yang diinginkan pemilik tidak terlaksana dan sering luput

🏰 BAB 9: TANGGUHING MANUK PERKUTUT

Mengetahui asal-usul (Tangguh) perkutut seperti halnya Keris

Tangguh (Asal) Ciri Fisik Utama
Pajajaran Bulu berwarna ungu (wungu) tembus sampai ke suara/gema
Majapahit Bulu hijau jelas (dumeling) tembus sampai ke suara. Ini turunan Ki Jaka Mangu
Tuban Kaki merah tembus sampai suara dan kelopak mata. Penampilan seperti burung Emprit Gantil atau Kudasih
Mataram Kaki semu putih tembus sampai suara, paruh pendek
Pajang Kaki blawus (kusam) tembus sampai suara dan kelopak mata
Sedayu Kaki putih semu kelabu (klawu) tembus sampai suara dan kelopak mata
Demak Kaki semu merah tembus sampai suara dan kelopak mata, tapi merahnya merah muda (enom)

Catatan:

  • "Tembus sampai suara" berarti karakteristik warna tersebut mempengaruhi kualitas suara burung
  • Tangguh ini seperti klasifikasi keris, menunjukkan silsilah dan kualitas premium

💊 BAB 10: LOLOH (JAMU) & PENGOBATAN

🥣 A. Resep Loloh (Jamu Suara & Kesehatan)

1. Supaya Bungkak (Cepat Bunyi/Pecah Suara)

Resep Utama:

  • Bahan:
    • Kemukus 2 biji
    • Terasi merah secukupnya
    • Daun lampes 3 lembar
    • Garam secukupnya
  • Cara: Dipipis (dihaluskan), lalu lolohkan (suapkan) ke burung

Resep Alternatif:

  • Bahan:
    • Rebung yang tumbuh di bawah tanah (timonga)
    • Hati bawang putih
    • Daun lampes 3 lembar
    • Terasi merah
    • Garam
  • Cara: Dipipis lalu dilolohkan

2. Supaya Adhem (Tenang/Jinak) & Sareh

  • Bahan:
    • Daun katu yang gugur (kleyang) 3 lembar
    • Sawang (sarang laba-laba)
    • Terasi merah
    • Ketumbar
    • Minyak kelapa (klentik)
    • Garam
  • Cara: Dipipis, lalu lolohkan

3. Supaya Lega (Nyaring/Plong) saat Berbunyi

  • Bahan:
    • Daun katu 3 lembar
    • Uler lulut (cacing)
    • Yuyu (kepiting sawah)
    • Lumut gentong
    • Garam
  • Cara: Dipipis secukupnya, lalu lolohkan

4. Supaya Bocor (Rajin Manggung)

  • Bahan:
    • Bawang putih
    • Hati kencur
    • Merica sulah
    • Terasi merah
    • Pucuk daun pare (lung pare) bilungan
    • Garam
  • Cara: Dipipis secukupnya, lalu lolohkan

5. Supaya Mbangetake Uni (Suara Sangat Keras/Gacor)

  • Bahan:
    • Bonggol (dhangkel) talas kajar
    • Bunga pala sabrang 14 lembar
    • Bawang 3 siung
    • Cengkeh 3 biji
  • Cara:
    1. Masukkan semua bahan ke dalam bonggol kajar
    2. Bakar (benem) sampai matang
    3. Setelah matang, dipipis
    4. Jemur sampai kering
    5. Lolohkan secukupnya

🩺 B. Tamba (Obat) Penyakit

1. Mengatasi Macet Bunyi (Lawas Kendhak)

  • Bahan: Minyak wangi dan rebung bambu ori
  • Cara: Olesi telinganya

2. Mengatasi Burung Takut (Girip)

  • Bahan: Daun jelatang (lateng) yang sudah dipelintir
  • Cara: Kaki dan duburnya diolesi

3. Menjinakkan Burung (Ora Tutut)

  • Cara:
    1. Setiap sore burung dipegang (diuwel)
    2. Usap dengan sedikit air
    3. Patahkan pucuk tanaman gadhung
    4. Teteskan getahnya ke hidung burung (cukup satu tetes)
    5. Burung akan segera bunyi

4. Mengobati Pilaren Mata (Sakit Mata)

  • Bahan: Bawang
  • Cara:
    1. Panggang bawang
    2. Sipatkan (oleskan) ke mata burung pada pagi hari

5. Mengobati Pilaren Lare (Sakit Sayap)

  • Bahan:
    • Abu pohon jangkang (landha)
    • Air cucian beras basi (leri bungkak)
  • Cara: Gunakan air rendaman abu jangkang untuk memandikan burung

6. Mengobati Pilaren Sikile (Sakit Kaki)

  • Bahan:
    • Minyak wangi
    • Jelaga panci penanak nasi (angus dandang)
  • Cara: Campurkan kedua bahan, usapkan pada kaki burung

7. Mengobati Pilaren Wulu (Bulu Rusak)

  • Bahan:
    • Air cucian beras (leri) yang basi (bungkak)
    • Kacang hijau
  • Cara:
    1. Rendam kacang hijau dengan air leri basi
    2. Gunakan air itu untuk memandikan burung setiap pagi
    3. Setelah mandi, burung dihangatkan dekat api atau dijemur

8. Mengobati Pilaren Buntut (Ekor Rusak)

  • Bahan:
    • Merica putih
    • Lempuyang
  • Cara:
    1. Kunyah merica putih bersama lempuyang
    2. Uleni dan gelintir (dibuat butiran)
    3. Lolohkan 2 butir saja

9. Obat Lelayu (Penyakit Mematikan/Lemas)

Resep 1:

  • Bahan:
    • Bawang putih
    • Lampes
    • Merica
    • Terasi merah
    • Garam
    • Sedikit kotoran kambing (tai mendhil)
  • Cara: Dipipis dan dicampur, lalu lolohkan

Resep 2:

  • Bahan:
    • Bawang putih
    • Garam
    • Terasi merah
    • Dhedhes (kesturi/minyak)
    • Bunga sirih
  • Cara: Diulet dan dilolohkan secukupnya

Diekstraksi dan disusun ulang dengan tetap mempertahankan keaslian isi kitab