BETALJEMUR ADAMMAKNA Halaman 176 - 184
📜 LAMPIRAN V: KATURANGGAN JARAN (KUDA)
(Ekstraksi Lengkap dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna Halaman 176 - 184)
🐴 NO. 250: KATURANGGAN JARAN (FILOSOFI)
Makna dan hubungan batin antara kuda dan pemiliknya
1. Asal Usul Tembung "Jaran"
Kata "Jaran" berasal dari pergeseran kata "Ajaran" (Belajar/Diajar). Nama aslinya adalah Kuda, Turangga, Haswa, Wajik, dan lainnya.
- Disebut Jaran karena kuda memiliki sifat dasar lantip (cerdas) dan waskitha (peka/intuitif).
- Kuda bisa nitèni (mengenali) watak dan keinginan pemiliknya.
- Kuda bahkan bisa merasakan pertanda begja (untung) atau cilaka (sial) yang akan menimpa pemiliknya sebelum kejadian itu terjadi.
2. Konsep "Ajaran"
Makna "Ajaran" bukan hanya kuda yang diajari, tetapi pemiliknya juga harus belajar.
- Pemilik harus memahami watak, kebiasaan, dan keinginan kudanya.
- Harus ada hubungan weruh-wineruhan (saling memahami) dan turut-tinurutan (saling menuruti).
- Inilah yang disebut Manunggaling (Menyatunya) penunggang dan yang ditunggangi.
3. Komunikasi Batin
Jika sudah jumbuh (cocok/menyatu), kuda bisa memahami keinginan penunggang hanya melalui:
- Sasmita obahing tatali (Isyarat gerakan tali kendali).
- Obahing sanggawedi (Gerakan sanggurdi/pijakan kaki).
- Ingsad-ingseding bokong (Geseran posisi duduk).
4. Kisah Pangeran Mangkubumi Sukawati
Konon menurut cerita, dahulu ada seorang pangeran bernama Mangkubumi Sukawati yang memiliki hubungan luar biasa erat dengan kudanya, hingga mampu berkomunikasi secara batin tanpa kata-kata.
🔍 PANENGERANÉ JARAN BECIK (CIRI-CIRI FISIK KUDA YANG BAIK)
71 Poin Pengecekan Fisik Menurut Halaman 176-177
A. Kepala & Wajah
- Kepala berbentuk seperti macan (mungkal gerang) - tegas dan gagah.
- Dahi lebar dan rata seperti banteng.
- Hidung dengan lubang yang lebar dan lapang.
- Bibir atas lebih lancip/tinggi dari bibir bawah.
- Dagu kuat dan kokoh.
- Rahang tegas namun proporsional.
- Mulut tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil.
- Gigi rata dan rapi.
B. Mata & Telinga
- Mata tajam dan cerah, tatapannya melebihi burung jalak.
- Mata tidak cekung, tidak menonjol - proporsional.
- Bulu mata panjang dan lentik.
- Kelopak mata bersih tanpa bengkak.
- Telinga pangkalnya bulat (gilig).
- Ujung telinga runcing dan tegak.
- Telinga selalu waspada dan bergerak mengikuti suara.
- Jarak antara kedua telinga proporsional.
C. Leher & Tengkuk
- Leher Manyura (seperti merak: bawah lebar, atas bulat).
- Tengkuk kokoh namun lentur.
- Leher tidak terlalu panjang, tidak terlalu pendek.
- Otot leher tampak jelas namun halus.
- Leher dapat bergerak bebas ke segala arah.
- Sambungan leher dan kepala proporsional.
D. Dada & Bahu
- Dada lebar dan cembung (mungal).
- Tulang dada menonjol dengan tegas.
- Bahu kuat dan proporsional.
- Otot bahu tampak jelas saat bergerak.
- Jarak antara kedua bahu lebar.
- Tulang belikat kokoh.
E. Punggung & Pinggang
- Punggung lurus dan kuat.
- Tidak berpunggung cekung (swayback).
- Tidak berpunggung bungkuk.
- Pinggang kokoh namun fleksibel.
- Tulang belakang lurus dan tegas.
- Otot punggung merata dan kuat.
F. Perut & Rusuk
- Perut tidak terlalu buncit.
- Tidak terlalu kurus/cekung.
- Rusuk tampak jelas namun tidak menonjol berlebihan.
- Tulang rusuk terakhir panjang dan kokoh.
- Perut proporsional dengan ukuran tubuh.
G. Pinggul & Pantat
- Pinggul lebar dan rata.
- Panggul kokoh dan simetris.
- Bokong bulat dan berotot.
- Otot pantat kuat dan padat.
- Tulang pinggul tidak menonjol tajam.
H. Kaki Depan
- Paha depan besar dan lurus.
- Lutut depan (gandhu) besar dan kokoh.
- Betis depan proporsional.
- Pergelangan kaki depan bersih tanpa bengkak.
- Kuku depan (tracak) melengkung seperti batok telungkup.
- Kuku depan tidak terlalu curam, tidak terlalu rata.
- Kaki depan lurus dari bahu hingga kuku.
- Jarak antara kedua kaki depan proporsional.
I. Kaki Belakang
- Paha belakang sangat besar dan berotot.
- Lutut belakang (kancing) kokoh.
- Betis belakang panjang dan kuat.
- Pergelangan kaki belakang bersih dan kuat.
- Kuku belakang tegak dan kokoh.
- Kaki belakang lurus dari belakang.
- Posisi kaki belakang tidak terlalu rapat, tidak terlalu lebar.
J. Kuku & Telapak
- Kuku keras dan padat.
- Kuku tidak retak atau pecah.
- Telapak kuku cekung (concave).
- Garis putih kuku jelas.
- Tumit kuku lebar dan kuat.
- Kodok kuku (frog) kenyal dan sehat.
K. Ekor & Bulu
- Ekor (buntut) seperti tebu setandan (nebu sauyun).
- Pangkal ekor kuat dan tinggi.
- Bulu ekor tebal dan panjang.
- Bulu tubuh halus dan mengkilap.
L. Kulit & Postur
- Kulit tipis namun kencang.
- Postur keseluruhan seimbang dan proporsional.
Catatan: Kuda yang memenuhi sebagian besar ciri di atas dianggap sebagai kuda berkualitas tinggi (jaran linuwih) yang layak menjadi tunggangan bangsawan atau raja.
✨ CIRI MATHI (TANDA FISIK & FIRASAT)
Katuranggan berdasarkan unyeng-unyeng (pusaran bulu) dan tanda fisik
A. Mathi Becik (Ciri Baik / Membawa Keberuntungan)
| Nama Mathi | Ciri-Ciri (Prenahé) | Watak / Khasiat |
|---|---|---|
| Satria Pinayungan | Unyeng-unyeng siji pas neng embun-embunan (Satu pusaran tepat di ubun-ubun). | Sing duwe slamet, karepe dadi, kinasihan (Pemilik selamat, keinginan tercapai, disayangi). |
| Satria Kinayungan | Unyeng-unyeng siji neng bathuk (Satu pusaran di dahi). | Rejeki lancar, disegani orang, menolak bala. |
| Sumur Bandung | Unyeng-unyeng loro neng bathuk (Dua pusaran di dahi). | Kuat, tahan lapar dan haus, pemiliknya berwibawa. |
| Sekar Manggis | Unyeng-unyeng neng dhadha kiwa utawa tengen (Di dada kiri/kanan). | Sing duwe gampang golek sandhang pangan (Mudah cari rezeki). |
| Kusuma | Unyeng-unyeng neng gulu (Di leher). | Sing duwe mulya (Pemiliknya mulia/dihormati). |
| Manik | Unyeng-unyeng neng mripat/cedhak talingan (Dekat mata/telinga). | Sing duwe rijekine agung (Rezekinya besar). |
| Pandan Binettal | Unyeng-unyeng neng ngisor kuping (Di bawah telinga). | Sing duwe cepet sugih (Cepat kaya). |
| Surtiman | Unyeng-unyeng neng dagu. | Membawa keberuntungan dan kewibawaan. |
| Sanggawacana | Unyeng-unyeng neng bibir ngisor sisih (Di bibir bawah samping). | Pemiliknya pandai berbicara dan diplomatis. |
| Tadhah Dunya | Unyeng-unyeng neng tenggorokan/gulu ngisor (Di tenggorokan/leher bawah). | Rejeki berlimpah seperti menampung dunia. |
| Jayengrana | Unyeng-unyeng neng pucuk kuping (Di pucuk telinga). | Selalu menang dalam pertempuran/kompetisi. |
| Wutahati | Unyeng-unyeng neng dhadha tengen (Di dada kanan). | Pemiliknya lapang dada dan dermawan. |
B. Mathi Ala (Ciri Buruk / Membawa Sial)
| Nama Mathi | Ciri-Ciri (Prenahé) | Watak / Akibat |
|---|---|---|
| Buntel Mayit | Unyeng-unyeng neng buntut/ekor. | Sing duwe kerep kesusahan/kena musibah (Sering susah/kena musibah). |
| Satria Wirang | Unyeng-unyeng neng bokong/pupu buri (Di pantat/paha belakang). | Sing duwe gampang kewirangan (Mudah kena malu/aib). |
| Sanggrup | Unyeng-unyeng neng sikil/dhengkul (Di kaki/lutut). | Jarane ringkih, sing duwe asring lara (Kuda lemah, pemilik sering sakit). |
| Kala Cengking | Unyeng-unyeng neng cedhak dubur. | Sing duwe boros, rejeki seret. |
| Buaya Mangap | Unyeng-unyeng neng cangkem/lambe (Di mulut/bibir). | Jarane galak, seneng nyakot (Kuda galak, suka menggigit). |
| Samparwacana | Unyeng-unyeng neng lambe ndhuwur sisih (Di bibir atas samping). | Pemiliknya sering berkata kasar/menyakitkan. |
| Bisu Tinuku | Unyeng-unyeng neng pipi. | Pemiliknya sulit mendapat kepercayaan orang. |
| Sanggakalung | Unyeng-unyeng neng gulu mburi cedhak pipi (Di leher belakang dekat pipi). | Membawa beban berat dalam hidup. |
| Brancah | Unyeng-unyeng neng selangkangan/kemaluan. | Membawa aib dan skandal. |
| Klabangangleng | Unyeng-unyeng mlebu dubur (Masuk ke dalam dubur). | Pertanda sangat buruk, membawa malapetaka. |
🎨 WATAK JARAN MITURUT ULES (KARAKTER BERDASARKAN WARNA BULU)
Klasifikasi watak kuda berdasarkan warna dasar menurut halaman 181-182
Kelompok Abang (Merah) - Golongan Api
1. Jaran Abang (Merah Polos/Solid)
- Penampilan: Warna merah kecoklatan merata di seluruh tubuh.
- Watak: Luhur dan santosa (mulia dan tangguh).
- Khasiat: Sangat kuat, cocok menjadi tunggangan raja atau panglima perang.
- Keistimewaan: Berani dan setia hingga mati.
2. Ules Bopong (Merah Belang)
- Penampilan: Warna merah dengan belang-belang putih atau coklat muda.
- Watak: Santosa dan waspada (eling lan waspada).
- Khasiat: Jika sudah tunduk dan percaya pada pemiliknya, ia akan sangat setia bahkan berani ngetohaké pati (mengorbankan nyawa).
- Catatan: Butuh proses penjinakan yang sabar.
3. Ules Napas (Merah Kehitaman di Hidung)
- Penampilan: Tubuh merah dengan area hidung/moncong kehitaman.
- Watak: Sulit menahan nafsu/emosi (angel ngendhalèni napsu).
- Khasiat: Sering sulit diajar, mudah meledak emosinya.
- Catatan: Cocok untuk penunggang berpengalaman.
4. Ules Jragem (Merah Kusam)
- Penampilan: Warna merah kusam tidak mengkilap.
- Watak: Kurang peka (kurang pangrahitane).
- Khasiat: Tumpul/lambat dalam memahami perintah.
- Catatan: Masih bisa diajar dengan kesabaran ekstra.
5. Ules Janjang Jené (Merah Kekuningan)
- Penampilan: Merah dengan nuansa kuning keemasan.
- Watak: Rewel dan cerewet (rewel lan cèwèt).
- Khasiat: Sering ribut dan tidak tenang.
- Catatan: Butuh penanganan khusus agar tidak stress.
Kelompok Ireng (Hitam) - Golongan Air
6. Ules Ireng (Hitam Polos/Solid)
- Penampilan: Hitam pekat merata di seluruh tubuh.
- Watak: Kethul (kurang cerdas) dan welu (lamban).
- Khasiat: Tenaga kuat tapi kurang responsif.
- Catatan: Masih bisa diajar untuk tugas-tugas sederhana.
7. Ules Putih (Putih/Abu Muda)
- Penampilan: Putih atau abu-abu sangat muda, hampir putih.
- Watak: Kurang tangguh (kurang santosa).
- Khasiat: Mudah sakit dan tidak tahan banting.
- Catatan: Lebih cocok sebagai kuda hias daripada kerja.
8. Ules Dhawuk (Abu-abu) ⭐ ISTIMEWA
- Penampilan: Abu-abu perak yang mengkilap (abu-abu wesi).
- Watak: Linuwih (istimewa), cerdas, dan sangat waspada.
- Khasiat: Layak menjadi tunggangan raja. Memiliki intuisi tajam dan kesetiaan luar biasa.
- Keistimewaan: Konon bisa merasakan bahaya sebelum terjadi dan melindungi pemiliknya.
9. Ules Lemah Teles (Coklat Basah/Tanah Basah)
- Penampilan: Coklat gelap seperti tanah basah.
- Watak: Kurang santosa dan mudah lelah.
- Khasiat: Tidak cocok untuk perjalanan jauh atau tugas berat.
10. Ules Janjang Biru (Hitam Kebiruan)
- Penampilan: Hitam dengan kilau kebiruan di bawah sinar matahari.
- Watak: Rewel dan sulit diatur.
- Khasiat: Temperamental, butuh penunggang yang tegas.
Catatan Penting: Menurut primbon, Ules Dhawuk (Abu-abu) dan Jaran Abang (Merah Polos) adalah dua warna terbaik untuk kuda kerajaan atau perang, karena kombinasi kecerdasan, keberanian, dan kesetiaan mereka.
🛡️ PANGRUMATING JARAN (PERAWATAN KUDA)
Tata cara merawat kesehatan dan kebersihan kuda agar kuat
1. Jamu Kuat (Pakan Tambahan)
Agar kuda kuat dan tahan banting, lakukan ritual ini sebulan sekali:
Bahan: Kodhok ijo (Katak hijau).
Cara:
- Cacah daging katak hijau sampai lembut.
- Penting: Tulang-tulangnya harus dibuang (babalungé kabuwang), jangan sampai terbawa.
- Bungkus daging cincang tersebut dengan rumput yang juga sudah dicacah.
- Loloaké: Suapkan/lolohkan ke mulut kuda.
Manfaat: Membuat napas panjang, tenaga kuat, dan stamina meningkat.
2. Kebersihan Kandang (Gedhogan)
- Kandang harus dibersihkan setiap hari.
- Tléthong (kotoran kuda) harus dibuang setiap hari.
- Lebih baik jika pembuangan kotoran dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore).
- Alas tidur (jerami/sekam) diganti secara berkala.
- Kandang harus memiliki ventilasi yang baik.
3. Membersihkan Badan (Grooming)
Peralatan yang digunakan: Kerok (pengerok), Sikat (sikat), Jungkat (sisir), dan Sepon (spons).
A. Menyikat Kulit
- Gunakan sikat dengan bulu agak kaku.
- Sikat ditekankan ke kulit kuda (dinetaké).
- Gosokkan dari kiri ke kanan secara merata (ngiwa nengen kang warata).
- Ikuti arah pertumbuhan bulu.
B. Membersihkan Sikat
- Saat menyikat, sikat harus sering dibersihkan menggunakan kerok.
- Tujuannya agar kotoran yang menempel di sikat tidak kembali menempel ke kulit kuda.
- Ketuk-ketuk sikat untuk membuang kotoran.
C. Membilas
- Setelah disikat bersih, lap menggunakan kain/gombal atau sobekan karung goni (kadut).
- Gosok hingga bulu terlihat gilap (mengkilap).
- Pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal.
4. Membersihkan Bagian Sensitif
A. Rambut & Kaki
- Siram dengan air menggunakan spons.
- Bersihkan sela-sela kuku dari kotoran dan batu.
- Lap kering setelah dibersihkan.
B. Mata & Hidung
- Bersihkan kotoran di area ini menggunakan spons basah.
- Gunakan spons yang berbeda untuk mata dan hidung.
- Lap dengan lembut, jangan menekan terlalu keras.
C. Alat Kelamin (Planangan/Pawadon)
- Harus dibersihkan menggunakan air sabun.
- Gunakan air yang suhunya hangat kuku (rada manget) - suam-suam kuku.
- Bilas hingga bersih dari sabun.
- Keringkan dengan lap bersih.
5. Perawatan Kuku
- Periksa kuku secara rutin setiap hari.
- Bersihkan kotoran dari bagian bawah kuku.
- Pangkas kuku secara berkala (biasanya setiap 6-8 minggu).
- Periksa apakah ada retakan atau kerusakan.
6. Pemberian Makan
- Berikan makanan berkualitas baik (rumput segar, jerami, dedak).
- Atur jadwal makan yang teratur (pagi, siang, sore).
- Pastikan selalu ada air bersih untuk minum.
- Jangan memberi makan terlalu banyak sekaligus.
💊 TAMBANÉ JARAN (PENGOBATAN KUDA)
Obat Pilek (Jaran Mèsèm)
Jika kuda mengalami pilek atau mèsèm (hidung berair, bersin-bersin):
Bahan:
- Santan kental (kanil) dari kelapa hijau
- Gula aren secukupnya
- Garam secukupnya
Cara Membuat:
- Peras kelapa hijau hingga mendapat santan kental.
- Campur dengan gula aren yang sudah dihaluskan.
- Tambahkan sedikit garam.
- Aduk hingga merata.
Cara Pemberian:
- Jamokna (minumkan) kepada kuda.
- Berikan 2-3 kali sehari hingga sembuh.
- Pastikan kuda meminum seluruh campuran.
Catatan: Jaga kuda tetap hangat selama sakit dan kurangi aktivitas berat.
📝 CATATAN PENUTUP
Prinsip Utama Merawat Kuda
- Kebersihan adalah Kunci: Kuda yang bersih adalah kuda yang sehat.
- Konsistensi: Perawatan harus dilakukan secara rutin dan teratur.
- Perhatian: Amati perubahan perilaku atau kondisi fisik kuda setiap hari.
- Kasih Sayang: Perlakukan kuda dengan hormat dan kasih sayang.
- Kesabaran: Membangun hubungan dengan kuda membutuhkan waktu dan kesabaran.
Tanda-tanda Kuda Sehat
- Mata cerah dan bersinar
- Bulu mengkilap (gilap)
- Nafsu makan baik
- Kotoran normal (tidak terlalu keras/lembek)
- Aktif dan responsif
- Tidak ada tanda-tanda luka atau bengkak
Tanda-tanda Kuda Sakit
- Mata kusam atau berair
- Bulu kusam dan berdiri
- Nafsu makan berkurang
- Kotoran tidak normal
- Lesu dan tidak aktif
- Demam atau tubuh terasa panas
🙏 PENUTUP
Demikianlah ilmu Katuranggan Jaran dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna. Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi mereka yang memelihara kuda, baik untuk keperluan kerja, olahraga, maupun sebagai hewan kesayangan.
Ingatlah bahwa hubungan antara manusia dan kuda adalah hubungan manunggaling jiwa (penyatuan jiwa). Kuda yang diperlakukan dengan baik akan membalas dengan kesetiaan dan pengabdian yang tulus.
Mugi-mugi karaharjan lan kasarasan tansah kumawani. (Semoga keselamatan dan kesehatan selalu menyertai.)
Disusun berdasarkan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna Halaman 176-184 Versi Lengkap & Final - Januari 2026